Masuk Daerah Gempa, Bangunan di Gorontalo Harus Miliki SFL

04/11/2019 15:46 0 By Alex

Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo Handoyo Sugiharto (Tengah) saat Foto Bersama dengan sejumlah Narasumber dan para peserta Seminas Nasional di GPCC Kota Gorontalo, Senin (04/11/2019). (F. Yudi)

Hulondalo.id – Setiap bangunan di Provinsi Gorontalo seharus memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) seperti yang ada pada Peraturan Menteri PUPR nomor 24/PRT/M/2017 tentang sertifikat laik fungsi bangunan gedung.

Selain itu, perencanaan bangunan gedung sudah seharusnya didesain tahan gempa karena wilayah Gorontalo berada pada jalur sesar atau patahan yang aktif.

“Mulai saat ini saya mengimbau kepada mahasiswa untuk memperhatikan perencanaan bangunan tahan gempa sesuai dengan Permen PUPR nomor 24 tahun 2017,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto pada seminar Nasional peran teknik sipil dalam mitigasi bencana gempa di Gorontalo, Senin (4/11/2019).

Ditambahkan Handoyo, berdasakan penilitian, sebanyak 500.000 gempa yang terdeteksi tiap tahunnya di seluruh dunia, dimana 100.000 gempa dunia yang bisa dirasakan dan 100 gempa dunia yang dapat menimbulkan kerusakan

“Pada saat pembangunan di lapangan harus memperhatikan banyak faktor diantaranya, timbangan geser atau bagaimana merencanakan tiang lebih kokoh dari pada balok. Ketika terjadi gempa, kolom tidak patah sehingga bangunan bisa melindungi orang yang berada di dalamnya,” terang Handoyo.

Dia pun berharap pemerintah kabupaten/kota dapat membantu masyarakat dalam pengurusan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang menjadi satu rekomendasi penting terhadap bangunan gedung.

“Kami berharap bangunan di Provinsi Gorontalo sudah memiliki SLF,” tutup Handoyo.

Seminar ini dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Bulldozer, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Kegiatan itu dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNG Karmila Mahmud dan dihadiri Kepala Bidang Pusat penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pengembangan Perumahan dan Pemukiman (Puskim) Kementerian PUPR Lutfi Faizal, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumarwoto, Dekan Fakultas Teknik UNG Rifadly Bahsuan dan sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik UNG.(adv/alex)