May Day, FSPMI Tolak Upah Murah hingga Hapus Sistem Outsourching

May Day, FSPMI Tolak Upah Murah hingga Hapus Sistem Outsourching

01/05/2019 13:55 0 By Alex

hari buruh sedunia gorontalo

Aksi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Gorontalo saat berorasi di depan kantor BPJS Kesehatan Gorontalo, Rabu (1/5/2019).

Hulondalo.id – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Gorontalo menggelar aksi pada Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada hari ini, Rabu (1/5/2019).

Mereka menggelar aksi di sejumlah lokasi, mulai dari Kantor RRI Gorontalo, bundaran Hulondalo Indah (HI), kantor BPJS Kesehatan hingga kantor Walikota Gorontalo.

Pada May Day hari ini, sejumlah orator lapangan FSPMI masing-masing Andrika Hasan, Zulkarnain Daipaha dan Meyske Abdullah tersebut menyampaikan sejumlah tuntutan dalam bentuk pernyataan sikap.

Sedikitnya ada 6 tuntutan yang disampaikan FSPMI Gorontalo. Pertama, FSPMI Gorontalo menolak upah murah dan menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Penupahan, dengan menaikkan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item.

FSPMI Gorontalo juga meminta untuk menghapus sistem outsourching dan pemagangan yang terindikasi berkedok outsourching serta menuntut kenaikan manfaat jaminan kesehatan dan jaminan pensiun.

“Tuntutan kami juga agar pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menurunkan tarif dasar listrik yang cukup memberatkan tidak hanya bagi pekerja, tapi juga masyarakat,” kata orator, Andrika Hasan.

hari buruh sedunia gorontalo

Ada 6 tuntutan dari FSPMI Gorontalo yang disampaikan melalui pernyataan sikap pada Hari Buruh Sedunia atau yang dikenal May Day. Diantaranya meningkatkan upah buruh, menghapus sistem outsourching hingga mendesak pemerintah menaikkan kesejahteraan tenaga guru dan honorer.

Selain itu, FSPMI Gorontalo juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan guru dan tenaga honorer, termasuk mereka para pengemudi ojek online (Ojol).

Sementara, bertepatan dengan tahun politik, FSPMI Gorontalo juga berharap kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk menegakkan demokrasi jujur dan damai.

“Jika tuntutan kami tidak diindahkan, kami FSPMI akan menggelar aksi yang lebih besar lagi untuk memperjuangkan sikap kami,” tegas orator, Zulkarnain Daipaha.(alex)