Melaut Wajib Vaksin, Para Nelayan ini Mampu Bertahan di tengah Pandemi

Melaut Wajib Vaksin, Para Nelayan ini Mampu Bertahan di tengah Pandemi

14/09/2021 00:43 0 By Syakir

Aktifitas para nelayan Boalemo, saat menurunkan ikan hasil tangkapan di tempat pelelangan ikan.

Hulondalo.id – Kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, terlihat relatif ramai. Situasi ini, membuat perputaran ekonomi masyarakat nelayan di tengah Pandemi Covid – 19 terus bertahan.

Pantauan hulondalo.id, Sabtu (11/9/2021), puluhan kapal penangkap ikan banyak bersandar di lokasi TPI Tilamuta dengan membawa banyak Box berisi ikan. Bahkan, kedatangan mereka sudah ditunggu-tunggu para penjual Ikan di dermaga.

Seorang Anak Buah Kapal (ABK), Rolin Husain, saat ditanyai hulondalo.id etelah selesai pembongkaran ikan, mengungkapkan pendapatan yang mereka dapatkan tergantung dengan jumlah ikan yang di dapat. Katanya, setiap dua hari turun untuk melakukan penangkapan ikan.

“Pendapatan nya itu tidak menentu, biasanya kami di laut paling tinggi selama tiga hari. Dan kalau dua hari di laut, sudah pasti 300 ribu per 1 sahara yang didapat. Hari ini Alhamdulillah ada sekitar 900 ribu yang di dapat karena ada 3 sahara,” ungkapnya.

Kata bapak dua anak ini, ada sekitar 25 orang ABK di setiap kapal penangkap ikan yang turun melaut. Dan pendapatan mereka bukan digaji dengan uang, tetapi hanya diberikan ikan lalu dijual.

“Kami hanya dikasih ikan, tidak digaji dengan duit. Ikan yang dikasih, itu yang kami jual. Dan ini juga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” terang Rolin Husain.

Meski kondisi cuaca berapa hari ini kurang mendukung, Kata Rolin, mereka tetap turun melaut namun tetap melihat kondisi yang baik untuk menangkap ikan.

“Dua hari ini hujan dan cuaca kurang baik. Dan sudah resiko, sering di laut ini juga ada hujan dan ombak, tetapi kalau sudah biasa, tidak takut,” tuturnya.

Di samping itu, Bekerja di salah satu pemilik kapal ikan di Boalemo yang di kenal dengan sapaan akrabnya Bos Parai, membuat dirinya bisa mendapat lapangan pekerjaan serta memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Saya sudah lama bekerja jadi nelayan, bahkan sebelum nikah. Sebagai ABK Bos Parai saya merasa bersyukur,” tandasnya.

Disisi lain, untuk menjaga kesehatan selama pelayaran di situasi pandemi, Seorang ABK, Manto Mihe (39), menjelaskan mereka yang akan ikut pelayaran harus memperlihatkan bukti vaksinasi.

“Kami yang turun sudah di vaksin dosis 1, kadang ada juga dari pihak keamanan yang sering memeriksa,” terangnya saat ditanya hulondalo.id pasca turun dari kapal penangkap ikan.

Meski demikian, pantauan hulondalo.id, situasi di dermaga sendiri tetap ramai dikunjungi pembeli maupun penjual ikan eceran, sehingga nya beberapa titik penjualan terjadi perkumpulan massa dan sebagian besar tidak menggunakan masker.

Kepala TPI Tilamuta, Eko Wahyudi, saat dikonfirmasi, menerangkan bahwa sudah dilakukan himbauan bahkan di turunkan personil untuk mengingatkan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Namun, sebagian besar enggan mentaati.

“Sudah berkali-kali kami ingatkan masyarakat , hingga dengan pengeras suara. Bahkan dari pihak TNI Angkatan Laut, Dinas Perikanan, dan Dinas Kesehatan sudah turun juga. Masalahnya, masyarakat disini kurang mentaati, ada yang maskernya hanya di taruh di dagu bahkan di simpan di kantong celana,” jelasnya.

Namun kata Eko, dari dinas Perikanan dan TNI Angkatan Laut sudah tiga kali melakukan vaksinasi di TPI bagi para ABK, Nelayan, penjual ikan, maupun masyarakat yang datang membeli. (**)