Meluruskan Hoaks Perkara GORR: Ide Pembangunan Jalan GORR (Bagian 1)

Meluruskan Hoaks Perkara GORR: Ide Pembangunan Jalan GORR (Bagian 1)

09/02/2021 15:42 0 By Alex

GORR

Oleh: Jupri SH MH – Akademisi

Beberapa minggu terakhir, publik Gorontalo disuguhkan dengan banyaknya pemberitaan terkait pembangunan Jalan GORR di Provinsi Gorontalo. Proyek Pembangunan Jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) merupakan kebijakan prestisius dari Pemerintah Provinsi Gorontalo guna mengurai kemacetan dan mendorong percepatan pembangunan demi kesejahteraan seluruh masyarakat di Bumi Serambi Madinah. Walaupun tidak bisa dipungkiri anasir-anasir non hukum ikut mengaburkan informasi terkait pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

Atas dasar meluruskan bias informasi tersebut, maka Lembaga Penelitian Universitas Ichsan Gorontalo sebagai pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi menugaskan tim peneliti lainnya untuk melakukan penelitian dan kajian sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dalam beberapa kali diskusi mendalam terkait pembangunan Jalan Gorontalo Outer Ring Road, awak media sempat bertemu dengan Ketua Tim Peneliti Bapak Jupri, SH.MH, kami pun sempat berbincang panjang lebar terkait ide pembangunan Jalan GORR yang kemudian dihubungkan dengan persepsi negatif yang menyatakan bahwa Jalan GORR justru dapat memperlebar kesenjangan sosial antara rakyat yang menjadi sasaran pembangunan dengan pejabat yang diberikan tugas dan amanah untuk menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan.

Dalam wawancaranya, Beliau menyatakan bahwa sangat keliru bila dikatakan bahwa pembangunan GORR menimbulkan kesenjangan sosial. Sangat mudah bila kita ingin menelusuri atau menguji persepsi tersebut. Misalnya cukup dengan membuka link media sosial. Aruspolitik.com tertanggal 10 Januari 2021 umpamanya menjadikan narasumber masyarakat Gorontalo.

Contohnya Anton Mahmud (47), warga Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo sebagai pengguna Jalan Gorontalo Outer Ring Road benar-benar merasakan manfaat dari keberadaan jalan tersebut. Pria yang berprofesi sebagai pedagang ikan itu mengaku jika Jalan GORR sangat membantu dirinya dalam bekerja.

“Saya driver dan menjual ikan, jalan GORR sangat bermanfaat bagi saya khususnya untuk memperoleh akses cepat lewat jalur transportasi darat”. Dirinya pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Rusli Habibie yang telah membangun jalan GORR tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pak gubernur, saya pengguna jalan GORR sangat merasakan manfaatnya karena saya harus mengangkut ikan dari kota Gorontalo untuk dipasarkan diwilayah kabupaten Gorontalo, dengan adanya jalan GORR saya dapat memanfaatkan untuk mendukung pekerjaan saya”.

Hal sama diungkapkan oleh Risnawati Yantu (39), warga Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo ini, sangat senang dengan adanya pembangunan jalan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) oleh pemerintah provinsi Gorontalo yang melintasi daerahnya.

“Adanya jalan yang dibangun oleh pemerintah provinsi Gorontalo, ke depan warga di sekitar jalan GORR di desa saya akan lebih sejahtera, termasuk saya. Terima kasih kepada bapak gubernur Rusli Habibie yang telah membangun jalan GORR ini”, jelasnya.

Menurutnya, setelah jalan GORR dibangun dan arus lalu lintas bertambah, dirinya mendapatkan manfaat dan keuntungan langsung dari para pengemudi kendaraan yang melewati jalan GORR.

“Alhamdulillah, hampir setiap hari saya mendapatkan keuntungan dari para pengemudi yang melewati jalan GORR, biasanya warung makan saya banyak disinggahi”, tutupnya.

Jadi keberadaan Jalan GORR benar-benar bermanfaat untuk warga masyarakat Gorontalo. Kehadiran Jalan GORR justru dapat meningkatkan pendapatan warga sekitar, membantu warga masyarakat dalam meningkatkan ekonomi mereka, bukan kesenjangan seperti yang dipersepsikan oleh kelompok kecil itu.

Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Pembangunan Jalan GORR telah berbuat yang terbaik bagi daerah tercinta, Gorontalo. Terbukti dengan banyaknya pengakuan warga masyarakat.

Artinya bahwa dengan membaca pernyataan-pernyataan masyarakat di atas, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa pembangunan jalan GORR ini sangatlah dirasakan manfaatnya oleh semua elemen masyarakat.

Sekilas Tentang Asal Mula Jalan GORR

Wacana yang mengemuka juga belakangan ini terkait asal mula ide pembangunan jalan GORR. Dalam beberapa sumber media online jelas menggambarkan bahwa rencana pembangunan jalan GORR ini ada sebelum Gubernur Rusli Habibie menjabat sebagai Gubernur Gorontalo.

Misalnya, dalam pemberitaan Mantan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menyebut bahwa wacana Pembangunan Jalan GORR memang sudah ada sejak jaman pemerintahannya, itu wacana tahun 2005 dan karena keterbatasan anggaran belum jadi, (Baca: Gorontalo.gebraknews.co.id, tanggal 10 September 2019).

Pernyataan Gusnar Ismail itu disampaikannya usai pemeriksaan oleh Tim Kejaksaan pada tanggal 10 September 2019. Gusnar Ismail juga menyebut bahwa dirinya hanya melanjutkan program dari Gubernur sebelum dirinya menjabat, yakni Fadel Muhammad, hal itu diungkapkan Gusnar Ismail dalam menjawab pertanyaan penyidik seputar rencana pembangunan jalan Bypass sebelum berubah menjadi Jalan GORR, (Baca: rri.co.id, tanggal 10 September 2019).

Wawancara terkait apakah pembangunan ini masuk dalam RPJMD Provinsi Gorontalo, Jupri selaku Tim Peneliti menyatakan bahwa rencana pembangunan GORR sudah masuk dalam RPJMD Provinsi Gorontalo tahun 2011 sebagaimana menjadi amanat dalam RTRW Nasional tahun 2008, artinya rencana jalan GORR ini sudah ada pada jaman Gubernur waktu itu.

Memang pihak tertentu selalu mencari nomenklatur nama “GORR” dalam RTRW, mereka tidak paham bahwa GORR merupakan hasil penamaan dari Jalan ‘Bebas Hambatan’ dalam dokumen RTRW baik RTRW Nasional maupun RTRW Provinsi.

Jelas bahwa rencana pembangunan Jalan Bebas Hambatan yang kemudian dinamakan Jalan GORR masuk pada Rencana Tata Ruang No. 26 Tahun 2008 Tentang RTRW Nasional, RTRW Provinsi Gorontalo Tahun 2010-2030, RTRW Kabupaten Gorontalo Tahun 2012-2032, RTRW Kota Gorontalo Tahun 2010-2030, RTRW Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012-2032.

Dalam diskusi dengan beberapa pihak yang mengetahui betul pembangunan GORR ini pun menyatakan demikian. Sebagai penutup, saya meminta kepada masyarakat Provinsi Gorontalo untuk menyaring informasi-informasi yang ada. Atau bisa juga menelusuri sumber-sumbernya, apakah terpercaya atau hoaks, agar kita semua tidak terjebak ke dalam narasi-narasi lemah dari kelompok-kelompok kecil yang kurang memahami persoalan Jalan GORR. Semoga bermanfaat.