Menakar Indeks Demokrasi Gorontalo, Kesbangpol Kumpulkan Sejumlah Tokoh

03/05/2019 11:46 0 By Alex
Indeks Demokrasi Indonesia (IDI)

Kegiatan diskusi dalam rangka meningkatkan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo bersama sejumlah tokoh pemuda, tokoh masyarakat hingga ormas yang digelar di aula Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Jumat (4/5/2019).

Hulondalo.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Gorontalo menggelar diskusi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta media massa dalam rangka menakar demokrasi di Provinsi Gorontalo.

Sebelumnya terungkap, Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Provinsi Gorontalo masuk kategori “sedang” pada Tahun 2017. Itu ditopang dengan tiga aspek, masing-masing aspek kebebasan sipil yang berkategori “baik” dengan nilai 85,30 poin, aspek hak-hak politik berkategori “sedang” dengan nilai sebesar 8,18 poin, dan aspek lembaga demokrasi yang berkategori “sedang” dengan nilai 68,73 poin.

“Di Gorontalo sendiri, tahapan Pemilu Serentak 2019 telah berjalan aman dan lancar sejak pendaftaran calon peserta pemilu, tahapan kampanye sampai dengan hari H. Hal ini berkat dukungan dari semua pihak,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba yang membuka kegiatan tersebut, Jumat (3/5/2019).

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Darda Daraba menyampaikan, dalam kehidupan bernegara, stabilitas politik merupakan syarat fundamental untuk menopang aspek lain seperti ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan. Jika stabilitas politik meningkat, maka keterpaduan politik dan sosial akan mengikutinya sehingga sistem politik yang ada tetap berdiri tegak.

“Dalam tataran kehidupan politik, implementasi demokrasi ini dapat diwujudkan dengan pemilu yang relatif kondusif dan lancar yang patut diberikan apresiasi yang tinggi,” kata Sekretaris Daerah, Darda Daraba.

Sebelumnya juga terungkap bahwa, angka IDI Provinsi Gorontalo Tahun 2017 naik jika dibandinkan dengan Tahun 2012. IDI Provinsi Gorontalo Tahun 2012 tercatat masih berkategori “buruk” dengan nilai indeks di bawah 60%.(usman/2)

loading...