Mendes Deklarasi Forpeace Desa Banuroja, Wagub: Bentuk Inovasi Pembangunan Desa

Mendes Deklarasi Forpeace Desa Banuroja, Wagub: Bentuk Inovasi Pembangunan Desa

19/09/2020 17:02 0 By Alex

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyaksikan pemukulan gong oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar yang menandai peluncuran Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (FORPEACE) di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (19/9/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mendeklarasikan Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (Forpeace) di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (19/9/2020).

Hadir pula pada deklarasi Forpeace tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok, Forkopimda Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato.

Pada kegiatan itu juga ditandatangani prasasti Forpeace, prasasti Desa Damai Berkeadilan, serta prasasti Desa Banuroja sebagai Desa Pancasila.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan, Forpace merupakan salah satu bentuk inovasi dalam pembangunan desa. Harapannya, Forpeace bisa dimanfaatkan diimplementasikan oleh seluruh pemuka masyarakat desa di Provinsi Gorontalo untuk mampu menyatukan pola pikir, pola sikap, dan pola tindak berdasarkan 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Negera kita majemuk sehingga itu perlu disatukan. Seperti halnya di Desa Banuroja ini, meski warganya berasal dari multi etnis dan agama, tetapi Banuroja adalah desa yang paling aman dan tentram,” aku Wakil Gubernur Idris Rahim.

Sebelumnya, Desa Banuroja merupakan singkatan dari Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo dan Jawa. Menurut Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar, Desa Banuroja merupakan betul-betul mengidentifikasi diri sebagai orang Indonesia.

“Saya bangga dan terharu karena beginilah Indonesia yang kita harapkan di masa-masa yang akan datang. Indonesia yang damai, penuh toleransi, saling menghargai, dan kalimat yang paling gampang adalah Indonesia yang penuh kemanusiaan. Saya yakin Indonesia yang damai dan tentram akan segera terwujud dimulai dari Desa Banuroja, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo,” kata Mendes.(adv/alex)