Menghadapi Tren Teknologi Tahun 2022

Menghadapi Tren Teknologi Tahun 2022

22/11/2021 21:11 0 By Syakir

ilustrasi internet

Oleh: Windra Irawan, S.I.Kom., M.Si

(Dosen Ilmu Komunikasi dan Informasi, Universitas Terbuka)

Sebentar lagi kita meninggalkan tahun 2021, beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun 2022. Bernard Marr seorang penulis dan futuris telah menulis “5 hal yang akan menjadi tren pada tahun 2022”.

Ia menuliskan, bahwa pandemi Covid-19 akan terus berdampak dan selalu membayangi kehidupan kita. Bukan hanya dalam sisi kesehatan, tapi semua aspek kehidupan. Menurutnya, implikasi pandemi terlihat dengan terus adanya percepatan digitalisasi, virtualisasi ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurut Marr, banyak pelajaran dari pandemi yang telah melanda dunia dua tahun belakangan. Pada awalnya kita rasakan kondisi yang berat dan sulit karena pandemi. Banyak kendala dihadapi dan hingga saat ini kita masih bisa merasakannya. Mahalnya biaya komunikasi digital, tidak meratanya infrastruktur, masih lemahnya kemampuan sumber daya manusia dalam memaksimalkannya.

Namun demikian kondisi itu merupakan tantangan, karena mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus hadapi. Akhirnya kita merasakan buah manis dari ‘paksaan covid-19’, seperti sedikit demi sedikit kita harus belajar dan dekat dengan teknologi, kita juga mulai mulai merasakan betapa kehidupan kita butuh fleksibilitas, adaptasi cepat, dan pemikiran kreatif inovatif untuk menghadapinya.

Bahkan menurut Marr, kita mungkin akan menemukan bahwa tren perkembangan teknologi pada tahun depan bukanlah sesuatu yang sangat ‘wah atau bombastis’, namun trennya masih dalam lingkup bagaimana kita menyesuaikan diri dengan pandemi dan lebih kreatif dalam menggunakan berbagai teknologi digital untuk digunakan sehari-hari.

Berikut beberapa tren teknologi yang diperkirakan akan banyak digunakan tahun depan:

Kecerdasan buatan (AI) akan mudah ditemui di sekeliling kita.

Selama ini kita maknai bahwa istilah smart adalah keterhubungan, contoh smartphone, smartTV, smart city, dan istilah smart lain bermakna terhubung ke internet.

Smartphone adalah telpon genggam cerdas yang terkoneksi ke internet, demikian juga televisi, dan kota. Namun perkembangan akhir-akhir ini istilah smart tidak hanya berarti terhubung tetapi benar-benar pintar.

Kepintaran tersebut karena berkembangnya kecerdasan buatan (artificial intellegent/AI). Evolusi AI semakin cepat, aplikasi-aplikasi teknologi semakin canggih dan tak terbayangkan sebelumnya.

Kita sekarang menyaksikan adanya mobil pintar yang dapat berjalan di rimba lalu lintas tanpa sopir, ini adalah salah satu kecerdasan AI. Masih banyak lagi contoh lain, seperti asisten virtual, robotasisasi pekerja, dan sebagainya.

Selanjutnya Marr menyebutkan trend ke depan tentang cloud computer dan no-code revolution. Nantinya kita akan semakin terbiasa dengan komputasi awan dan layanan online instans tanpa kode rumit.

Perkembangan ini  akan menjadi solusi penyimpanan, jaringan dan biaya pemrosesan, dan risiko infrastruktur yang mahal.

Kita akan melihat perkembangan dimana tidak lagi dibutuhkan server besar diruangan luas dan mahal tapi kita hanya perlu membayar untuk memperoleh layanan-layanan tersebut, bahkan mungkin ada yang gratis.

Perkembangan lain yang mungkin akan kita saksikan adalah digitalisasi, datafikasi, dan virtualisasi. Tahun depan, kita akan semakin akrab dengan konsep “metaverse”, dunia digital permanen yang paralel dengan dunia fisik.

Sebagaimana yang sebutkan oleh pendiri Facebook bahwa kita harus bersiap untuk melakukan banyak pekerjaan secara digital, terdatafikasi, dan tervirualisasi melalui teknologi.

Padahal biasanya kita lakukan pekerjaan tersebut di dunia nyata, seeprti bekerja, bermain, dan berkomunikasi.

Namun demikian, menurut Marr perkembangan teknologi membutuhkan transparansi, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas.

Ini adalah tugas pemerintah untuk memahami dengan jelas bahwa ada kebutuhan peraturan tentang perkembangan teknologi, kecerdasan buatan dan semua tekonologi turunanya.

Pemerintah harus sudah mengantisipasi teknologi yang mempengaruhi hubungan sosial, keamanan dan persatuan bangsa, dengan tetap memperhatikan privasi individu masyarakat.

Terakhir, tren yang akan meningkat adalah solusi energi berkelanjutan. Di Indonesia mungkin tren ini tidak terlalu terlihat, namun geliat penggunaan teknologi terbarukan semkain terasa.

Penggunaan kendaraan listrik di kalangan pemerintah juga sudah dimulai. Pengenalan pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga surya sudah marak di tanah air.

Masyarakat Indonesia diharapkan sudah semakin sadar untuk hemat energi dengna menggunakna energi terbarukan.

Tren yang akan terjadi pada tahun 2022 yang tinggal menghitung hari ini mungkin akan terjadi pada kita mungkin juga tidak.

Tapi, generasi setelah kita pasti akan merasakannya, jika tidak tahun depan maka akan terjadi pada tahun-tahun selanjutnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkan kita meyiapkan generasi penerus negeri ini dalam menghadapi perkembangan ini ?

Perubahan tidak mungkin kita hindari. Kita tidak bisa menolak adanya perkembangan, tapi yang perlu kita perhatikan adalah kesiapan kita dalam menghadapinya. Kita harus memanfaatkan perkembangan yang terjadi untuk keuntungan dan kesejahteraan masyarakat kita. “Yuk kita bersiap”… (*)