Mengintip Aktivitas PTM Terbatas di SMAN 1 Kota Gorontalo

Mengintip Aktivitas PTM Terbatas di SMAN 1 Kota Gorontalo

19/10/2021 08:49 0 By Syakir

Suasana PTM Terbatas di SMA Negeri 1 Kota Gorontalo. (Foto Haris Humas)

Hulondalo.id – Belasan siswa sudah duduk rapi di kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Kota Gorontalo. Semunya mengenakan masker, duduk sesuai dengan jarak yang ditentukan dan mengikuti aktivitas belajar mengajar.

Suasana kelas agak lengang. Maklum, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seiring pandemi Covid-19 membuat jumlah siswa di dalam kelas dibatasi. Aktivitas berjalan lancar sampai kedatangan rombongan dari Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim.

Ternyata Idris sengaja datang untuk melihat langsung PTM terbatas di salah satu sekolah unggulan di Kota Gorontalo itu. Tak banyak acara seremonial kala itu. Wakil Gubernur hanya mendapat pemaparan singkat dari pihak sekolah.

Idris juga melihat aktivitas pembelajaran secara langsung bagi siswa yang hadir di dalam kelas, maupun pembelajaran secara daring untuk siswa yang berada di rumah.

Sejatinya, PTM terbatas di SMAN 1 Kota Gorontalo dilaksanakan dengan metode blended learning. Metode ini menggabungkan pembelajaran secara luring dan daring.

“Saya lihat pelaksanaan PTM terbatas di SMAN 1 Kota Gorontalo sudah sesuai dengan petunjuk edaran 4 Menteri,” begitu pengakuan Wakil Gubernur Idris Rahim saat peninjauan, Senin (18/10/2021).

“Saya berharap para siswa dapat mengikuti dengan baik pelajaran yang diberikan oleh guru, baik secara langsung maupun daring,” harap dia.

Di lain pihak, Kepala SMAN 1 Kota Gorontalo Adianiwaty Polapa menjelaskan, pada PTM terbatas ini pihaknya membagi setiap kelas dalam 3 kelompok.

Kelompok pertama atau sepertiga dari jumlah siswa, hadir pada pembelajaran tatap muka dan dua pertiganya mengikuti pembelajaran secara daring.

Setiap kelompok mengikuti pembelajaran tatap muka selama 2 hari dengan durasi 4 jam, dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. Kemudian hari berikutnya bergantian dengan kelompok lain.

“Misalnya dalam satu kelas ada 36 siswa, kami bagi 3 kelompok menjadi 12 orang. Kelompok pertama hadir di sekolah Senin sampai Selasa, dua pertiganya belajar secara daring di rumah. Kemudian kelompok kedua Rabu dan Kamis, serta kelompok ketiga Jumat dan Sabtu,” jelas Adianiwaty.

Sejak diberlakukan pada 6 September 2021, SMAN 1 Kota Gorontalo saat ini telah memasuki tahap ketiga uji coba PTM terbatas.

Meski begitu, vaksinasi siswa menjadi kendala dalam penerapan PTM terbatas. Dari 1.380 total siswa SMAN 1 Kota Gorontalo, masih ada sekitar 30% yang belum divaksinasi.

“Siswa yang boleh mengikuti PTM terbatas adalah yang sudah divaksinasi. Sementara masih ada kurang lebih 30% siswa yang belum divaksinasi karena kecemasan orang tuanya,” aku Adianiwaty.

Olehnya, Kepala SMAN 1 Kota Gorontalo meminta kepada para orang tua yang anaknya belum divaksin agar bisa turut menyukseskan program pemerintah. “Alhamdulillah, 900 siswa yang sudah divaksin sampai hari ini dalam keadaan sehat,” tandas dia.

Sementara itu, Yuniat Lanti, siswi SMA Negeri 1 Kota Gorontalo mengaku senang dengan aktivitas belajar mengajar walaupun dalam suasana PTM terbatas. Menurut Yuni, sapaan akrabnya, syarat utama siswa mengikuti PTM terbatas utamanya yaitu mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Senang bisa kumpul kumpul dengan teman-teman. Tapi ingat pesan guru, tetap dengan protokol kesehatan,” katanya.

Yuni pun mengajak kepada rekan-rekannya agar mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan kekebalan karena sudah terbukti aman.(alex/msha)