Menteri Sandiaga Uno Apresiasi Desa Wisata Bubohu, Tawarkan Paket Wisata Halal Demi Bangkitkan Ekonomi

Menteri Sandiaga Uno Apresiasi Desa Wisata Bubohu, Tawarkan Paket Wisata Halal Demi Bangkitkan Ekonomi

10/11/2021 16:45 0 By Jeffry

Menteri Parekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi desa wisata Bubohu, di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. (F. istimewa)

Hulondalo.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memberikan empat santri yang berhasil sambung ayat perlengkapan sholat. Hal tersebut diberikan kepada empat santri Pesantren Alam di Desa Wisata Religi Bubohu, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Hal tersebut bisa dikembangkan untuk wisata religi dan halal guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Sandi mengungkapkan, pihaknya baru menemukan satu hal yang cukup unik yaitu pesantren alam. Belajar agama yang menyatu dengan alam, sehingga para santri juga bisa mencintai alam sambil memperdalam ilmu agamanya.

“Cukup menarik, lokasinya juga bisa membuat wisata religi sehingga masyarakat punya banyak pilihan untuk wisata,” katanya.

Para santri yang melihat kedatangan menteri Sandiaga Uno sangat senang. Sehingga mereka langsung menyapa dan melakukan sambung ayat, yang akhirnya dihadiahkan oleh Mas Menteri perlengkapan sholat.

Dia menegaskan, yang ditemukan di Gorontalo ini sangat unik, dirinya saat ini masih berupaya meningkatkan wisata halal di Indonesia. Pasalnya, Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim, punya peluang besar untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui wisata halal. Sandi mengatakan, pariwisata halal banyak diminati oleh wisatawan nusantara.

Pihaknya melihat, ada sebanyak 11 miliar dolar yang keluar dari masyarakat Indonesia untuk berwisata ke luar negeri dan setengahnya adalah wisata religi. Untuk itu, pihaknya akan mengembangkan wisata religi di desa Wisata Bubohu.

“Kita melihat pariwisata berbasis komunitas, dan desa. Disini kita melihat ada tadabbur alam dan tadabbur quran, itu bisa menjadi paket disaat liburan karena wisatawan nusantara ingin sekali pengalaman spiritual, di desa ini nanti kita bisa kembangkan,” ujarnya.

Sebab, pada realitanya, banyak ditemui wisatawan lokal yang pergi berwisata ke negeri orang untuk berwisata religi.

“Yang menjadi potensi terbesar dari pariwisata halal ini adalah wisatawan nusantara. Dan wisatawan nusantara ini yang terbiasa berwisata di luar negeri untuk berwisata religi maupun berwisata yang konsepnya muslim friendly tourism. Dikarenakan pandemi tidak memiliki banyak pilihan, dan ini yang harus kita fokuskan,” ujarnya.

Dia mengatakan beberapa provinsi di Indonesia sudah ada yang mengambil posisi kepemimpinan sebagai pariwisata halal. Tentunya, hal ini menjadi langkah yang baik untuk mendorong provinsi lain dalam mengembangkan wisata halal. Dimana keuntungan dari program ini tak jauh untuk meningkatkan ekonomi kreatif setiap daerah.(*)