Menunggak Angsuran Bank, Toko di Limboto Dieksekusi

Menunggak Angsuran Bank, Toko di Limboto Dieksekusi

22/07/2021 20:33 0 By Maman

Eksekusi Toko di Limboto

Eksekusi dilakukan PN Limboto terhadap toko di Kecamatan Limboto yang menunggak angsuran pinjaman di bank. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Pengadilan Negeri (PN) Limboto mengeksekusi sebuah toko di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo. Eksekusi dilakukan, lantaran pemilik toko, menunggak angsuran pinjaman di BRI Cabang Gorontalo.

Kamis (22/7/2021), Juru Sita PN Limboto, Justaman Van Gobel mengatakan, sebelum eksekusi dilakukan, pemberitahuan telah dilakukan baik itu kepada pemohon dan termohon.

Justaman juga mengatakan, permohonan eksekusi ini diajukan BRI Cabang Gorontalo melalui kuasa hukum, pada 13 Januari 2020.  Setelah permohonan diterima, PN Limboto melakukan upaya Aanmaning (teguran) kepada termohon, sebanyak dua kali. Saat itu, tak membuahkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Ini upaya terakhir yang ditempuh oleh pemohon, sebelumnya telah diberikan keringanan untuk membayar angsuran, tapi tak ada kesepakatan,” terangnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Kuasa Hukum BRI Cabang Gorontalo, Ronald Van Mansur. Menurutnya, sebelum permohonan eksekusi diajukan, kliennya sudah melakukan upaya secara kekeluargaan dengan termohon, untuk menyelesaikan kredit macet tersebut.

“Jumlah yang harus dibayarkan sekitar Rp 2,8 miliar dari total pinjaman Rp 2,5 miliar, Rp 2,8 miliar tersebut merupakan perhitungan berdasarkan bunga berjalan, denda, serta denda lainnya, kemudian klien kami hanya meminta membayar pokok pinjaman Rp 2,5 miliar, namun tetap juga tak ada kesepakatan,” jelas Ronald.

Sementara itu, pemilik toko, Iwan Fataha mengungkapkan, eksekusi yang dilakukan oleh pengadilan tak sesuai dengan prosedur. Pasalnya kata dia, dalam eksekusi tersebut hanya membacakan eksekusi bukan pengosongan bangunan.

“Saya kaget ada pengosongan bangunan hari ini, sementara saya telah mengajukan permohonan penangguhan eksekusi, namun itu tak digubris oleh pengadilan, saya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan hal ini ke Pengadilan Tinggi, MA dan Komnas HAM,” ujar Iwan.

Dia juga mengakui telah mengajukan pinjaman ke BRI, dan sempat membayar angsuran. Selang beberapa bulan, pembayaran mengalami kemacetan. Berbagai upaya dia lakukan untuk membayar angsuran pinjaman tersebut, tapi tak membuahkan hasil.

“Jalur mediasi sudah saya tempuh untuk menyelesaikan persoalan ini, tetap tak ada hasilnya, sebab, yang selalu hadir dalam mediasi hanya karyawan, sehingga tak bisa mengambil keputusan, dan terjadilah eksekusi pada hari ini,” tandas Iwan. (Pin)