Miris, 44,9 Juta Orang RI Anggap Covid-19 Tak Berbahaya

Miris, 44,9 Juta Orang RI Anggap Covid-19 Tak Berbahaya

07/10/2020 21:31 0 By Alex

Ketua Satgas Covid-19 Nasional Doni Monardo

Kepala BNPB yang juga Ketua Satgas Covid-19 Nasional Doni Monardo bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat rapat koordinasi bersama pemda se Gorontalo terkait penanganan Covid-19, Rabu (7/10/2020). (F. Alfred/Humas)

Hulondalo.id – Kasus positif dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia semakin tinggi. Uniknya, masih ada 17% warga Indonesia yang tidak percaya akan terpapar virus corona.

“17% ini setara dengan 44,9 juta orang, itu angka yang sangat sangat tinggi sekali. Masih banyak masyarakat yang menganggap Covid-19 ini tidak berbahaya. Untuk Gorontalo angkanya relatif kecil 16,56% dibandingkan Maluku 29,18% dan Sulawesi Utara 27,66%,” kata Ketua Satgas Covid-19 Nasional, Doni Monardo saat rapat koordinasi dengan pemda se Gorontalo, Rabu (7/10/2020).

Menurut Doni, ini menjadi tantangan pemerintah dalam menangani Covid-19. Kepala BNPB itu pun menekankan tentang pentingnya memberikan pemahaman dan edukasi masyarakat hingga level bawah bahwa virus ini nyata.

Caranya, dengan melibatkan semua pihak hingga tingkat RT/RW, tokoh agama dan adat pada level kepercayaan dan budaya, orang tua di level keluarga dan peran media di skala yang lebih luas.

“Selama vaksin dan obat virus corona belum ditemukan, maka vaksin terbaik saat ini yakni patuh terhadap protokol kesehatan. Pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan serta sering mencuci tangan. Protokol kesehatan ini tidak sebanding dengan upaya dokter dan tenaga medis yang setiap hari menangani pasien yang terpapar covid-19,” tegas Jenderal bintang tiga itu.

Terpisah, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyebut penanganan Covid-19 di Gorontalo sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin. Sejak kasus perdana 9 April 2020 lalu, pihaknya bersama kabupaten/kota dibantu forkopimda sudah mengambil berbagai langkah strategis.

“Kita malam itu juga segera membuka tempat karantina dan melakukan tracking contact pasien 01. Laboratorium BPOM kita benahi sehingga mendapatkan izin untuk melakukan test PCR supaya hasil swab bisa segera diketahui. Kita benahi RS Ainun Habibie sebagai rumah sakit rujukan covid-19 selain rumah sakit Aloe Saboe di Kota Gorontalo,” terang Rusli.

Selain penanganan medis, pemerintah juga segera menyiapkan Jaring Pengaman Sosial seperti instruksi pemerintah pusat. Warga diberikan bantuan pangan, dengan persentase 60% biayanya ditanggung Pemerintah Provinsi dan sisanya ditanggung pemerintah kabupaten/kota.

Ada juga bantuan pokok pangan bersubsidi yang diberikan secara gratis ke tiap kecamatan.

Sebelumnya, data satuan tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo hingga Selasa 6 Oktober 2020 menyebut, total pasien positif Covid-19 sebanyak 2.839 orang. Di mana 2.245 orang dinyatakan sembuh, 315 dirawat dan 79 meninggal dunia.(adv/alex)