Mobil Angkutan yang Over Loading, Siap siap Ditindak

Mobil Angkutan yang Over Loading, Siap siap Ditindak

06/10/2020 14:23 0 By Syakir

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim bersama Kadis Perhubungan Jamal Nganro menerima Kepala BPTD Provinsi Gorontalo, Hasan Bisri, di rumah jabatan, Selasa (6/10/2020). (f.hms)

Hulondalo.id – Kendaraan yang kelebihan beban muatan atau over loading (Odol) bakal diberi sanksi hukum. Sengaja melebihkan muatan dengan memodifikasi kenadaraan, dituding jadi penyebab kecelakaan hingga kerusakan jalan.

“Kami bertemu pak Wagub untuk memohon dukungan Pemprov Gorontalo dalam pelaksanaan gerakan melawan ODOL yang pada bulan ini akan mulai disosialisasikan,” ungkap Kepala BPTD Provinsi Gorontalo, Hasan Bisri, pada pertemuan dengan Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim di rumah jabatan, Selasa (6/10/2020).

Hasan memaparkan, kendaraan ODOL adalah kendaraan angkutan barang yang melanggar dimensi, dengan cara menambah ukuran dari spesifikasi pabrikan, serta tata cara pemuatan barang yang melebihi kapasitas.

“Efektif mulai 1 November 2020 kita akan lakukan penegakan hukum yang diawali dengan perjanjian kerja sama dengan seluruh pihak terkait, seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan, Pengadilan, dan Kejaksaan,” tegas Hasan, yang juga mengatakan sebelum penindakan pihaknya akan mengawali dengan sosialisasi.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro menambahkan, gerakan melawan ODOL tujuannya adalah, untuk mewujudkan keselamatan transportasi jalan, termasuk mengurangi dampak kerusakan jalan akibat muatan yang melebihi kapasitas.

“Kalau berlebih baik dimensi maupun muatannya, pasti sangat berisiko terjadinya kecelakaan dan jalan juga cepat rusak karena kelas jalan itu berbeda-beda kapasitasnya. Sehingga itu perlu diatur agar sesuai ketentuan,” kata Jamal menandasi. (adv)