MUI Himbau Masyarakat Gorontalo Wujudkan Pemilu Damai

MUI Himbau Masyarakat Gorontalo Wujudkan Pemilu Damai

23/02/2019 14:35 0 By Syakir

MUI

Ketua MUI Provinsi Gorontalo Abdurrahman Abubakar Bahmid

Hulondalo.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak kepada seluruh masyarakat di Provinsi Gorontalo untuk bisa mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) yang damai, santun serta aman.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo Abdurrahman Abubakar Bachmid menjelaskan bahwa suasana kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) yang sementara berlangsung harus tetap kondusif agar tercipta pemilu yang damai.

Seluruh umat, warga Gorontalo harus mewujudkan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) yang damai, santun dan aman. Meski berbeda pilihan, kesatuan dan kerukunan umat harus dijaga serta diutamakan.

Menurut Abubakar Bachmid, ajakan ataupun himbauan yang disampaikannya merupakan hal penting demi menghindari gesekan dan konflik antar sesama masyarakat pada pemilu kali ini.

“Saat ini, memasuki masa kampanye Pilpres dan Pileg. Sejalan dengan hal itu, diharapkan kepada semua elemen masyarakat menjadikan masa kampanye sebagai ajang pendidikan politik. Ajang untuk membangun politik dengan suasana yang sejuk, santun serta damai,” Kata Abubakar Bachmid

Sementara itu menurut Abubakar Bachmid bahwa jajaran Polri-TNI sudah bekerja keras memberikan rasa aman, hal itu patut untuk didukung semua elemen masyarakat.

“Tanggung jawab keamanan merupakan tugas bersama. Sebab, masyarakat akan sulit beraktivitas dalam suasana yang tidak aman dan nyaman. Untuk itu mari kita bersama-sama Polri-TNI mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat di daerah ini,” tutur Alumni Al-Azhar, Cairo, Mesir itu.

Abubakar Bachmid menambahkan, maraknya informasi yang tidak benar dan memprovokasi atau berita hoaks yang sering beredar dan dikonsumsi masyarakat perlu kebijaksaan masyarakat terutama dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Ketika kita menerima informasi jangan langsung percaya. Cek kembali dan pastikan dulu kebenarannya. Bila itu informasi itu benar, kita filter lagi. Apakah layak untuk disebarluaskan,” tandasnya. (zhak)