Mulai Dari Stimulus untuk Debitur, Bank Juga Didesak Turunkan Suku Bunga

Mulai Dari Stimulus untuk Debitur, Bank Juga Didesak Turunkan Suku Bunga

20/03/2020 20:15 0 By Alex

Transaksi di Bank SulutGo cabang Gorontalo. (F. dok Alex)

Hulondalo.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan kebijakan pemberian stimulus perekonomian melalui POJK No.11/POJK.03/2020 sebagai dampak menanggapi penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Stimulus melalui POJK tersebut diperuntukkan bagi para debitur yang memiliki utang bank, khususnya debitur yang memiliki usaha terdampak corona. Pasalnya, OJK menilai kinerja dan kapasitas debitur banyak yang menurun akibat penyebaran virus corona.

Ada sejumlah sektor usaha yang terdampak virus corona, di antaranya perdagangan, transportasi, pariwisata, perhotelan, industri pengolahan hingga sektor pertambangan.

Oleh POJK, status kredit mereka akan ditetapkan lancar meskipun sedang kesulitan membayar. Selain itu, ada kemudahan proses restrukturisasi dari perbankan, termasuk bagi debitur UMKM yang memiliki plafon utang hingga Rp 10 Miliar, termasuk KUR alias Kredit Usaha Rakyat. Ketentuan restrukturisasi tersebut dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit.

Stimulus perekonomian ini hanya berlaku selama 1 tahun sejak POJK tersebut diterbitkan, yakni mulai pada 16 Maret 2020 sampai 31 Maret 2021 mendatang.

“Perbankan diharapkan dapat proaktif dalam mengidentifikasi debitur-debiturnya yang terkena dampak penyebaran Covid-19 dan segera menerapkan POJK stimulus dimaksud,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana, melalui siaran persnya diterima Hulondalo.id, Jumat (20/3/2020).

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pun mendorong pihak perbankan untuk segera menurunkan suku bunga setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate sebesar 0,25 bps menjadi 4,5%.

Bank sentral juga telah menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%.

“Penurunan suku bunga acuan ini agar meringankan dunia usaha dan masyarakat untuk tetap mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Tapi, percuma jika tidak segera diikuti perbankan. Olehnya, bersama pak Ketua OJK, kami mendorong perbankan menurunkan suku bunganya,” kata Perry, dikutip dari detik.com.

Senada dengan itu, Menteri BUMN Erick Thohir juga meminta bank BUMN menurunkan suku bunga untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) karena banyak di antaranya terdampak virus corona.

“Kita ingin memastikan bank-bank BUMN segera menurunkan suku bunga UKM,” timpal Erick.

Asal tahu saja, disadur dari Kajian Ekonomi Regional (KEKR) Bank Indonesia, kredit perbankan di Gorontalo hingga Triwulan IV 2019 mencapai Rp 19,2 Triliun, tumbuh 31,94% (year on year/yoy), jika dibandingkan Triwulan IV 2018 sebesar Rp 14,6 Triliun.

Penyaluran kredit perbankan di Gorontalo hingga Triwulan IV 2019 didominasi oleh kredit konsumsi sebesar Rp 9 Triliun (share 46,97%), kredit modal kerja sebesar Rp 6 Triliun (31,41%) dan kredit investasi Rp 4,1 Triliun (21,62%).

Dari total realisasi kredit perbankan di Gorontalo itu, 19,70% disalurkan kepada UMKM. Namun kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di sektor UMKM ini cukup tinggi, yakni 7,40%.(Alex)