Musda KNPI ke–V, Anas: Mari Bergandeng Tangan Membangun Boalemo

Musda KNPI ke–V, Anas: Mari Bergandeng Tangan Membangun Boalemo

25/04/2021 22:37 0 By Yadin

Plt Bupati saat menghadiri Musda KNPI Boalemo. (f.istimewa)

Hulondalo.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Boalemo menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke–V, Ahad (25/4/2021).

Pelaksana Tugas Bupati Boalemo, Anas Jusuf, menyampaikan, bahwa organisasi KNPI telah memberikan kontribusi yang nyata didalam membangun daerah.

“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada bung Wahyudin Moridu dan jajaran pengurusnya, yang tiga tahun menahkodai KNPI Boalemo dan telah memberikan kontribusi positif dalam membangun, baik kemasyarakatan maupun pembangunan yang ada di Boalemo,” ungkapnya.

Kata Anas, kepengurusan yang baru nanti bisa benar-benar meningkatkan kinerja dan kerja sama terutama saling mendukung dalam rangka menunjang pembangunan daerah bertajuk bumi damai bertasbih.

“Kami atas pemerintah daerah mengajak, mari kita bergandengan tangan. Walaupun sebelum atau setelah ini terjadi dialog dan musyawarah sampai melahirkan seorang ketua, saya berharap, kita semua tetap bergandengan tangan. Karena apapun yang kita lakukan, kalau kita tidak bersatu maka akan sulit melahirkan sebuah kemajuan,” tutur politisi PAN Boalemo itu .

Ia berharap dalam musyawarah bisa melihat kepentingan kedepan untuk kebaikan KNPI dan pemuda di Boalemo.

“Mari kita melihat kepentingan kedepan dalam musyawarah ini, jangan sampai kita hanya untuk kepentingan pragmatis, tetapi benar-benar melahirkan pemimpin untuk menahkodai pemuda untuk beberapa tahun kedepan,” tandas Anas Jusuf.

Sementara itu, Ketua KNPI Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, menyampaikan bahwa musyawarah daerah dalam organisasi merupakan satu ritual yang harus dilaksanakan.

Aktivis ulung Gorontalo ini, mengungkapkan bahwa prinsip organisasi ini bertujuan untuk membangun silaturahim, menciptakan satu inovasi dan kreativitas pemuda, dan membangun jaringan.

“Oleh karena itu, saya sampaikan, kalau organisasi ini membuat silahturahim kita putus, membuat pikiran tidak lagi kreatif, tidak bisa lagi menciptakan jaringan bagi kader-kader pemuda di Boalemo, saya kira berhenti saja kita berorganisasi. Dan momentum ini penting bagi kita, untuk terus memperkuat persaudaran pemuda di Boalemo,” tegas Ghalieb. (Rifal/Adv)