Naik Bentor Lewati Perbatasan, Warga Dambalo Reaktif Rapid Test akan di Swab

Naik Bentor Lewati Perbatasan, Warga Dambalo Reaktif Rapid Test akan di Swab

26/05/2020 13:40 0 By Maman

Petugas saat mendatangi rumah SL warga Desa Dambalo Kecamatan Tomilito Gorontalo Utara. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Menumpang di bentor, SL warga Desa Dambalo Tomilito Gorontalo Utara ini, berhasil melewati perbatasan di Atinggola. Rapid test yang dilakukan terhadap SL, hasilnya reaktif. Begitu juga kerabatnya, 3 orang.

Kepala Desa Dambalo Haris Tuina mengatakan, usai mengikuti rapid test dan hasilnya reaktif, ke 4 warga Desa Dambalo tersebut akan mengikuti Swab Test. Haris juga mengatakan, kini sementara mencari cara, memisahkan mereka dengan kerabat lainnya di rumah tersebut.

“Di rumah itu ada 8 orang, yang di rapid test kemarin 4 orang, semua reaktif, Alhamdulillah yang 4 orang lagi, non reaktif,”ungkap Haris saat ditemui hulondalo.id, Selasa (26/5/2020).

Rapid test terhadap SL dan 3 anggota keluarga dilakukan Senin (25/5/2020) malam. Sementara 4 keluarga lainnya dilakukan Selasa (26/5/2020).

Haris juga menjelaskan, riwayat perjalanan SL diketahui dari Manado. Dia kata Haris, sempat tertahan di perbatasan Atinggola dan Bolmut selama 2 hari. SL berupaya masuk dengan menumpang di Bentor.

“Dia menyuruh Abang bentor untuk diantar ke sebelah sini (Atinggola, Gorontalo) dan lolos di perbatasan,”jelasnya.

Setelah lolos di perbatasan, SL kata Haris, naik angkutan umum ke Isimu. Pindah angkutan umum, SL lanjut perjalanan ke Paguyaman. Di Paguyaman kata Haris, SL tinggal selama 5 hari. Dan Sabtu (23/5/2020) ke Dambalo.

Sikap koperatif ditunjukkan SL di hari yang sama, dengan memeriksakan diri ke Puskesmas Dambalo. Karena kondisinya sehat dan dites suhu tubuh, SL di pulangkan kemudian melapor ke ke Kepala Desa.

“Saya bilang isolasi di rumah saja, jangan dulu kemana-mana, SL juga ternyata memiliki penyakit bawaan sesak nafas, namun karena riwayat perjalanannya dari Manado sehingga warga resah dan heboh,” kata Haris.

“Malamnya saya telpon Pa Sek, BPD, semua, tes suhu badan 34,” tambahnya.

Tindak lanjut terhadap SL dan 3 kerabatnya, sesuai rencana Rabu (27/5/2020), akan di bawa ke RSUD Zainal Umar Sidiki (ZUS) Gorontalo Utara untuk diambil sampel swab test.

“Saya juga sudah minta petunjuk dari Gugus Tugas Kabupaten bagaimana untuk memisahkan 4 orang keluarga, karena harus dipisahkan,” ujarnya.

Adapun 3 kerabat SL yang reaktif tersebut, MK merupakan orang tua dari SL, NN mertua SL dan ibu hamil. Sementara 4 keluarga yang non reaktif terdiri dari, 2 laki dan 2 anak-anak. (Prin)