Nakes & Vaksinator Terbatas, Walikota: Alhamdulillah, Dibantu Polri dan TNI

Nakes & Vaksinator Terbatas, Walikota: Alhamdulillah, Dibantu Polri dan TNI

13/09/2021 14:54 0 By Maman

Marten Taha

Walikota Gorontalo, Marten Taha saat mengikuti Rapat Forkopimda bersama Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie. (foto:hms)

Hulondalo.id – Keterbatasan tenaga kesehatan dan vaksinator, diantara kendala yang dihadapi Pemkot Gorontalo, dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Namun kata Walikota Gorontalo, Marten Taha, Polri dan TNI telah membantu. Kini capaian vaksinasi di Kota Gorontalo hingga 12 September 2021 terus meningkat disertai upaya strategis yang dilakukan.

“Kendala kita di Kota Gorontalo adalah terkait dengan pemberitaan hoaks, juga keterbatasan medis dan vaksinator,” ungkap Walikota saat rapat Forkopimda bersama Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Senin (13/9/2021).

“Alhamdulillah dalam melaksanakan gerai vaksinasi ini dibantu oleh TNI/Polri untuk memenuhi kebutuhan medis dan vaksinator dalam gerai vaksin di Kota Gorontalo,” terangnya.

Walikota juga mengatakan, dosis I vaksin kini mencapai 72.910 (45, 68%), dosis II vaksin 44.779 (28, 06%), dan dosis III vaksin 209 (0, 13%). Sehingga total keseluruhan 171.898 dosis vaksin dari capaian keseluruhan 159.606.

Saat ini kasus positif Covid-19 di Kota Gorontalo kata dia, ada 73 dan sementara melakukan isolasi mandiri, karantina terpusat dan di rumah sakit di wilayah Kota Gorontalo.

Kini kata Marten, upaya Pemkot Gorontalo, terus mendorong masyarakat agar dapat melakukan vaksinasi diberbagai TVS yang sudah disediakan. Gerakan TVS akan dilakukan hingga 22 Oktober 2021. Total TVS di 151 titik tersebar di 50 kelurahan di Kota Gorontalo.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan, Kota Gorontalo ini menjadi tempat masyarakat untuk belanja, apalagi di wilayah pasar Pilolodaa.

Dia menambahkan, bagi lansia sudah melakukan vaksinasi, apalagi bagi yang memiliki penyakit. Juga di Taruna Remaja, trust atau kepercayaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi terlihat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dr. Yana Yanti Suleman juga mengatakan, pemberian vaksinasi dilakukan oleh bidan atau perawat harus ada supervisi dari dokter.

“Titik-titik yang tidak memiliki dokter dalam melakukan vaksinasi, bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan lain, berdasarkan Permenkes No 10 tahun 2021 tentang pelaksanaan vaksinasi,” tuturnya. (Inkri)