Naskah Koleksi Filologika, Karmin: Harus Dipelajari Generasi Muda Gorontalo

Naskah Koleksi Filologika, Karmin: Harus Dipelajari Generasi Muda Gorontalo

02/11/2021 23:20 0 By Maman

Kajian Naskah Museum Purbakala

Seminar Kajian Naskah Koleksi Filologika yang digelar oleh UPTD. Museum Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo. (F. Inkri)

Hulondalo.id – UPTD Museum Purbakala menggelar Seminar Kajian Naskah Koleksi Filologika. Menurut Pemateri, Prof. Mohamad Karmin Baruadi, M.Hum, naskah ini harus dipelajari generasi muda Gorontalo.

Mohamad Karmin Baruadi mengatakan, 9 naskah dikaji diantaranya adalah Me’raji 3 naskah, Dikili 3 naskah, Turunani, Buruda dan Debe.

“Dari naskah ini kita menemukan Me’raji dan Dikili, ada 1 naskah yang diberikan sebagai patokan maupun pembelajaran bagi generasi muda, naskah-naskah ini juga sudah melalui trans literasi alih aksal dan menerjemahkannya, ada bahasa Gorontalo juga Indonesia,” ungkapnya, Selasa (2/11/2021).

Karmin juga menjelaskan, semua ini akan disimpan di museum, dan menjadi referensi bagi mahasiswa serta siswa yang datang ke museum di masa depan nanti.

Kajian naskah ini kata dia, menghadirkan pemerhati budaya, penerjemah naskah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan ahli.

“Disini kita sharing pendapat dan mempraktikkan ditempat. Ini menunjukkan bahwa, budaya Gorontalo sungguh bisa terpelihara di lingkungan masyarakat. Utamanya menjadi bagian dalam kegiatan kebudayaan di masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, naskah Me’raji ini bukan hanya sekedar naskah. Disitu kata dia memiliki nilai budaya dalam memperingati hari-hari besar Islam. Contohnya, Dikili yang selalu dilakukan saat Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Sehingga kita percaya, harus dilestarikan dan masyarakat selalu menjaga itu. Budaya-budaya di Gorontalo tetap dijaga,” pungkas pemerhati budaya itu.

Sementara itu, Kepala UPTD Museum Purbakala, Hja, Meli Mohamad, M.Pd mengatakan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari UPTD Museum.

“Pada tahun ini kita mengkaji 3 naskah koleksi yang ada di museum ini, menjadi bahan tambahan dari koleksi yang sudah ada di museum,” terangnya.

Meli juga mengatakan, setelah diterjemahkan naskah ini, menjadi sebuah dokumen asli yang di museum. Kegiatan ini, kata Meli, mengundang stakeholder memang pada bidang dalam kajian ini.

“Kita mempermudah naskah ini kepada masyarakat umum, kegiatan ini juga dihadiri para guru, pengawas, dan tenaga kebudayaan di Provinsi Gorontalo,” tutupnya. (Inkri)