Nekat Gelar Pasar Malam, Polres Boalemo Tetapkan 4 Penyelenggara Sebagai Tersangka

Nekat Gelar Pasar Malam, Polres Boalemo Tetapkan 4 Penyelenggara Sebagai Tersangka

30/09/2020 22:35 0 By Alex

Polres Boalemo Pasar Malam

Kapolres Boalemo AKBP Ahmad Pardomuan saat konfrensi pers terkait kegiatan pasar malam yang mengabaikan protokol kesehatan, Rabu (30/9/2020).

Hulondalo.id – Jajaran Polres Boalemo, Provinsi Gorontalo, akhirnya menetapkan 4 tersangka atas penyelenggaraan kegiatan hiburan pasar malam di daerah setempat pada 17 September 2020 lalu.

Adapun 4 orang yang dijadikan tersangka itu merupakan penanggung jawab dan karyawan penyelenggara hiburan pasar malam. Selain diduga terdapat aktivitas perjudian, penyelenggara pasar malam yang membuat kerumunan orang itu mengabaikan protokol kesehatan.

Saat ini pun, kasus tersebut telah resmi dilakukan tahap I ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo.

“Saat awal dibukanya pasar malam sekitar tanggal 17 September lalu, kita mendapatkan laporan bahwa hiburan hoya-hoya ini menyebabkan kerumunan. Ditambah lagi banyak pengunjung yang datang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker,” kata Kapolres Boalemo, AKBP Ahmad Pardomuan saat konfrensi pers, Rabu (30/9/2020).

“Penyelenggaranya juga tidak memfasilitasi sarana prasarana protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. Ada indikasi juga terjadi praktek perjudian,” tambah Kapolres.

Setelah mendapat laporan, awalnya Polres Boalemo memberikan teguran dan peringatan kepada pihak penyelenggara. Sayang, teguran itu diabaikan dan kegiatan hiburan di pasar malam tetap berlanjut.

Olehnya, pada tanggal 19 September 2020, Kapolres Boalemo AKBP Ahmad Pardomuan dibantu aparat TNI dan Satpol PP turun langsung dan menghentikan seluruh kegiatan di pasar malam tersebut.

Setelah diberikan pemahaman akan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui pengeras suara, masyarakat saat itu diminta pulang ke rumah masing-masing dengan tertib. Sementara mereka yang terlibat sebagai penyelenggara kegiatan pasar malam pun diperiksa pihak kepolisian.

“Yang kita periksa kurang lebih ada 23 orang karyawan dan penanggungjawabnya. Setelah itu, 4 orang kita tetapkan sebagai tersangka sesuai Pasal 9 jo pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan,” tegas kapolres.

Terpisah, Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono SIK menambahkan, para pelaku yang dijerat dengan UU Karantina Kesehatan itu diancam dengan sanksi pidana 1 tahun dan atau denda Rp 100 Juta.

“Untuk tindak pidana perjudiannya sesuai pasal 303 KUHP terancam dengan pidana penjara 10 tahun,” tambah Wahyu.(Alex)