Nelayan Butuh Rumpon, Dedy: Saya Minta DKP Bisa Menambahnya

Nelayan Butuh Rumpon, Dedy: Saya Minta DKP Bisa Menambahnya

09/03/2021 12:36 0 By Maman

Dedy Dunggio Raker Komisi II

Anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Dedy Dunggio saat mengikuti Raker bersama OPD. (foto:prin)

Hulondalo.id – Untuk memaksimalkan hasil tangkapan nelayan, Anggota Komisi II DPRD Gorontalo Utara, Dedy Dunggio, meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gorontalo Utara, menambah dan menganggarkan pembuatan rumpon.

Dedy mengatakan, sebagian nelayan dipesisir Gorontalo Utara, merupakan nelayan kapal pajeko. Setiap kapal kata dia, kurang lebih ada 30 orang. Jika dikalikan 30 kapal, maka ada 900 nelayan mencari nafkah di kapal pajeko itu, untuk kebutuhan istri dan anaknya.

“Rumpon diperlukan, karena kapal pajeko tidak bisa melingkar atau memanen, karena disana terjadi seperti simbiosis mutualisme antara ponton dan kapal,” kata Dedy usai Raker bersama OPD terkait, Senin (8/3/2021).

Dedy juga mengatakan, persoalan ijin yang disampaikan Kadis DKP, selama ini nelayan tidak pernah memiliki ijin untuk setiap satu rumpon. Sebab, dari awal beberapa puluh tahun kemarin itu tidak ada.

“Bahkan sosialisasi dari dinas terkait ataupun kementrian juga tidak ada, jadi memang sistemnya itu, khususnya di Gentuma Raya, meletakkan setiap ponton, itu melalui satelit,” jelas Dedy.

Politisi muda Partai NasDem Gorontalo Utara juga mengatakan, nelayan sudah tahu dimana jalur kapal misalnya kargo atau penumpang yang akan dilewati saat meletakkan rumpon. Sehingga kata Dedy, ini tidak akan menghambat transportasi.

Meski begitu, Dedy, berharap, DKP tetap melakukan kajian pembuatan dan peletakan setiap titik rumpon itu kedepan.

Sementara itu, Kadis DKP Gorontalo Utara, Isjrak, S.Pi, dalam rapat tersebut mengatakan, ini merupakan saran yang bagus. Namun dalam menebar rumpon tersebut, perlu juga berhati-hati. Karena ada regulasi aturan tentang peletakkan rumpon ini.

“Jika tidak memiliki ijin pengalaman, kami akan ada razia penertiban rumpon,” ujar Isjrak.

“Rumpon juga tak boleh ditempatkan pada daerah alur pelayaran, kemudian jarak antara rumpon satu dengan yang lain itu ada ketentuannya, sehingga tidak sembarang melepas rumpon di laut,” tambahnya.

Sehingganya lanjut Isjrak, ini perlu di kaji. Jangan sampai kata dia, banyak rumpon yang disebar dilaut, kemudian dilakukan penertiban rumpon, maka akan banyak rumpon-rumpon yang akan di putuskan oleh tim, Itu yang di antisipasi.  (Prin/Adv)