Nelson-Hendra dan Rustam-Dicky Penuhi Undangan Klarifikasi Bawaslu

Nelson-Hendra dan Rustam-Dicky Penuhi Undangan Klarifikasi Bawaslu

26/09/2020 16:57 0 By Maman

Paslon Bupati dan Wabup Gorontalo Nelson Pomalingo-Hendra Hemeto saat berada di kantor Bawaslu Kabupaten Gorontalo memenuhi panggilan klarifikasi. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Dua paslon Bupati-Wabup Gorontalo, Nelson-Hendra dan Rustam-Dicky memenuhi panggilan Bawaslu Kabupaten Gorontalo, untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran yang dilaporkan oleh paslon Tonny-Daryatno.

“Kami pasangan calon yang taat hukum dan aturan, ” tutur Nelson, Sabtu (26/9/2020).

Dalam panggilan klarifikasi tersebut, ada 17 pertanyaan yang disampaikan terkait fiskal pajak. Dokumen ini untuk memenuhi syarat pencalonan pada Pilkada serentak 2020. Nelson juga menjelaskan, untuk mendapatkan surat tidak menunggak pajak, bisa dilakukan secara online. Oleh pasangan lain kata dia, itu tidak sesuai dengan aturan.

“Apa yang dipersoalkan sebenarnya telah memenuhi aturan, karena, KPU telah memeriksa dokumen kami sebelum ditetapkan sebagai paslon pada Pilkada serentak 2020,” jelas Nelson.

Meski telah dilaporkan ke Bawaslu, dirinya bersama Hendra enggan melaporkan balik paslon Tonny-Daryatno. Sebab kata Nelson, agar ke empat pasangan calon bisa lolos ke tahapan selanjutnya.

“Saya tidak akan melapor balik, harapan kami tidak ada yang dicoret, kami ingin ke empat paslon ini lolos dan biarlah rakyat yang menentukan,” tandas Nelson.

Paslon Bupati dan Wabup Gorontalo Rustam Akili-Dicky Gobel saat berada di kantor Bawaslu Kabupaten Gorontalo memenuhi panggilan klarifikasi. (foto:istimewa)

Demikian juga disampaikan pasangan Rustam-Dicky, dalam panggilan klarifikasi Bawaslu Kabupaten Gorontalo. Keduanya dicecar sekitar 17 pertanyaan terkait surat keterangan (suket) perpajakan. Menurut Dicky, substansi dari laporan tersebut terkait suket perpajakan yang dilakukan melalui on line.

“Sebelum kami meminta suket tidak menunggak pajak ke KPP Pratama, mereka sarankan bisa dilakukan secara on line, dan jika kami menunggak pajak, maka suket ini tidak akan keluar,” tandas Dicky.

Cabup Rustam Akili juga menuturkan, laporan balik tak akan dilakukan. Namun dia berpesan, agar jangan berharap dicoret dan ingin menang sendiri.

“Kami tak akan melapor balik, meski saya memiliki banyak data, kami hanya ingin membelajarkan demokrasi yang baik kepada masyarakat,” tegas Rustam.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Gorontalo, Devisi Penanganan Pelanggaran, Fajri Arsad mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan terhadap terlapor, yakni paslon Nelson-Hendra dan Rustam-Dicky terkait dugaan pelanggaran syarat pencalonan yang disampaikan di KPU Kabupaten Gorontalo.

“Yang dilaporkan yaitu paslon dan KPU, dan kami baru memintakan keterangan paslon Nelson-Hendra dan Rustam-Dicky, sedangkan KPU dan paslon Nomor 3, dijadwalkan hari Minggu, kami juga akan meminta keterangan dari KPP Pratama terkait suket yang menjadi pokok persoalan,” tutup Fajri. (Opin)