Ngaku Pilot Garuda Indonesia, Puluhan Korban Berhasil Ditipu Pemuda Ini

Ngaku Pilot Garuda Indonesia, Puluhan Korban Berhasil Ditipu Pemuda Ini

05/08/2019 17:35 0 By Alex

PS Kasubid Penmas, Bid Humas Polda Gorontalo, AKP Karsum Ahmad SH saat melakukan konfrensi pers, Senin (5/8/2019), terkait pengungkapan kasus penipuan yang memakan puluhan korban dengan modus mengaku sebagai pilot Garuda Indonesia.

Hulondalo.id – Mungkin saja ini menjadi semacam pelampiasan ketika tidak lulus di sekolah penerbangan. Ya, seorang pemuda berinisial ZS (22) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Dit Reskrim Polda Gorontalo terkait kasus penipuan.

Pemuda asli Boalemo yang tidak lulus sekolah penerbangan ini berhasil menipu belasan, bahkan puluhan warga dengan iming-iming akan diloloskan menjadi karyawan kargo di maskapai pelat merah tersebut. Modusnya, dia mengaku sebagai pilot.

“Jadi ada sekitar 12 orang yang menjadi korban ZS. Itu belum termasuk yang belum melapor, termasuk warga yang ada di luar daerah,” ungkap Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tri Cahyono SIK melalui PS Kasubid Penmas, AKP Karsum Ahmad SH saat konfrensi pers, Senin (5/8/2019).

Perbuatan tersangka ZS sudah dilakukan sejak Maret 2018. Berbekal jas dan setelan layaknya seorang pilot profesional, ZS yang nyatanya seorang pengangguran ini mengaku bisa meloloskan korbannya masuk menjadi karyawan kargo di PT Garuda Indonesia.

Syaratnya, para korban harus menyetor uang administrasi sebesar Rp 7.5 Juta. Total uang yang terkumpul dari 12 korban tersebut berkisar Rp 90 Juta. Uniknya, untuk meyakinkan para korbannya, ZS sempat meminta sampel urine dari para korbannya.

“Uang yang berhasil dikumpulkan tersangka digunakannya untuk foya-foya,” tambah Karsum.

Setelah dilaporkan kepada pihak yang berwajib, polisi kemudian melakukan pengejaran. Awalnya, terinformasi tersangka berdomisili di salah satu tempat di Desa Isimu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Namun setelah dikrosscek, ZS sudah melarikan diri.

Polisi pun mengumpulkan informasi dan mendapat kabar bahwa ZS berada di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Setelah Tim Resmob Polda Gorontalo berkoordinasi dengan Polrestabes Manado, ZS berhasil ditangkap di Kelurahan Singkil, Kecamatan Tuminting, Manado.

Sementara ini, tersangka ZS dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.(alex)