Ngaku Tak Tahu Namanya, Gubernur Jateng Ketagihan Makan Nasi Bulu Khas Gorontalo

Ngaku Tak Tahu Namanya, Gubernur Jateng Ketagihan Makan Nasi Bulu Khas Gorontalo

25/05/2021 22:34 0 By Alex

nasi bulu khas Gorontalo

Nasi bulu khas Gorontalo./F. istimewa

Hulondalo.id – Tradisi lebaran ketupat di Gorontalo baru saja berlalu. Tradisi ini dirayakan tepat sepekan setelah hari raya Idul Fitri.

Di Gorontalo, terutama bagi warga Jawa Tondano (Jaton), menyediakan berbagai makanan khas wajib pada tradisi lebaran ketupat. Mulai dari ketupat, dodol hingga nasi bulu.

Bicara soal nasi bulu, siapa pun sepakat bahwa kuliner khas yang satu ini sangatlah lezat. Bahkan bisa membuat setiap orang kerap ketagihan. Satu bukti sahih, berburu nasi bulu pada malam sebelum tradisi lebaran ketupat di Gorontalo sudah bukan rahasia.

Rupanya, kelezatan nasi bulu khas Gorontalo juga diakui warga di pulau Jawa. Salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang “ketagihan” makan nasi bulu.

Hanya saja, politisi PDI Perjuangan itu tak tahu nama kuliner khas yang juga disebut nasi jaha oleh warga Sulawesi Utara itu.

Itu diakui Ganjar Pranowo saat bertemu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama rombongan dalam rangka studi tiru aplikasi Blangkon yang menyangkut pengadaan barang dan jasa, Selasa (25/5/2021).

“Saya pernah dikasih nasi khas Gorontalo yang dalam bambu, itu apa namanya? Itu enak sekali,” bilang Ganjar Pranowo kepada Rusli Habibie.

“Saya ditanya, enggak tahu namanya. Saya bilang aja, ini nasi enak!,” sambung Ganjar.

nasi bulu Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat mendapat cinderamata wayang jawa dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa (25/5/2021).

Nasi bulu khas Gorontalo dibuat dari campuran beras ketan dengan santan dan sejumlah rempah-rempah.

Beras ketan yang sudah dicampur santan dan rempah-rempah itu kemudian dimasukkan ke dalam bulu atau bambu yang di dalamnya diberi alas daun pisang.

Bambu berisi campuran beras, santan dan bumbu ini kemudian dikukus hingga matang. Setelah itu diletakkan di atas bara api untuk mengeringkan air di dalam bambu. Proses pengeringan ini pun memerlukan waktu hingga beberapa jam lamanya.(adv/alex)