Oknum Pimpinan Ponpes di Boalemo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual 13 Santriwati

11/09/2019 13:29 0 By Alex

Tersangka T oknum pimpinan pesantren yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap 13 santri saat ditahan di Polres Boalemo.(f.kade for gopos.id/istimewa)

Hulondalo.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Boalemo resmi menahan seorang pimpinan salah satu pondok pesantren di daerah itu berinisial T atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap 13 santriwati yang masih di bawah umur.

Dugaan pelecehan seksual terhadap 13 santriwati tersebut terjadi pada pertengahan Agustus 2019 lalu. Namun baru dilaporkan belakangan ini setelah 5 dari 13 santriwati diantaranya mengadukan kejadian yang menimpa mereka kepada orangtuanya.

“Jadi tersangka melakukan perbuatannya pada hari Minggu tanggal 18/8/2019 sekitar pukul 01.00 wita. Dan baru diketahui setelah ada 5 korban yang melaporkan kepada orang tuanya pada tanggal 22 Agustus 2019,” ujar Kasat Reskrim Polres Boalemo, Iptu R Lahmudin, seperti yang dilansir gopos.id.

Peristiwa pelecehan seksual itu bermula saat pimpinan pondok pesantren berinisial T memergoki beberapa santriwati masih berkeliaran saat tengah malam. Tersangka yang juga merupakan berprofesi sebagai PNS ini kemudian memanggil para santriwati tersebut.

“Kenapa masih di luar? Kenapa belum tidur?,” kata Kasat Reskrim, Iptu Lahmudin menirukan gelagat yang dilakukan tersangka T.

Tersangka pun menginterogasi para santriwati itu karena dia menduga jika mereka sudah memiliki pacar. Disitulah dugaan pelecehan seksual itu terjadi. Tersangka T bertanya kepada santriwati apakah mereka sudah pernah melakukan sentuhan di arah (maaf) bagian kelamin dan dada.

Pertanyaan T kepada para santri itu dilontarkan sembari mempraktekkan apa yang ditanyakan pimpinan pondok pesantren itu.

“Tersangka mempraktekan apa yang dia tanyakan tadi kepada para santriwatinya sembari menyentuh bagian-bagian terlarang mereka,” sambung Kasat Reskrim Iptu R Lahmudin.

Setelah peristiwa itu, para santriwati yang masih di bawah umur ini tidak berani mengadukannya kepada orang tua mereka. Namun karena trauma, 5 santriwati diantaranya akhirnya melaporkan kepada orangtua mereka. Setelah itu, orangtua santriwati ini kemudian mengadukan ke Polres Boalemo.

“Kami masih menunggu laporan dari korban lainnya. Saat ini tersangka masih ditahan untuk proses lebih lanjut,” pungkas Lahmudin.(alex)

loading...