Oknum Siswa Ini Ngaku Anggota Geng dan Bawa Panah Wayer ke Sekolah

07/11/2019 18:48 0 By Alex

Ada beberapa orang siswa yang dibawa ke Polsek Kabila. Salah satu oknum siswa sempat menyebut ada lagi beberapa rekannya namun masih akan diselidiki oleh jajaran Polsek Kabila.

Hulondalo.id – Belum habis keresahan masyarakat Gorontalo akan panah wayer, seorang oknum siswa di Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, malah kedapatan membawa anak panah wayer ke lingkungan sekolah, Kamis (7/11/2019).

“Iya benar. Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” ujar Wakapolsek Kabila Iptu Harsono.

Sebelumnya, oknum siswa itu membawa 2 anak panah wayer ke lingkungan sekolah untuk gagah-gagahan. Bahkan, dia sengaja menunjukkan kepada rekan-rekannya. Namun karena ketahuan oleh pihak sekolah, oknum tersebut buru-buru membuangnya ke sawah, tepat di samping kelas siswa kelas X itu.

Tak lama setelah ketahuan, aparat kepolisian datang ke sekolah dan mengamankan yang bersangkutan. Oknum itu pun diminta untuk menunjukkan barang bukti yang sudah dibuangnya itu. Setelah diambil dari sawah tempat si oknum siswa membuangnya, siswa tersebut langsung diamankan ke Polsek Kabila.

“Jadi pengakuan yang bersangkutan, dia anggota geng Malaria. Mereka sering berinteraksi melalui grup di facebook,” kata Harsono.

Polisi pun masih melakukan pendalaman dimana siswa tersebut mendapatkan panah wayer, motif apa yang akan dilakukan dan alasan bergabung dengan kelompok atau geng yang belakangan ini sangat meresahkan warga Gorontalo itu.

Terpisah, Kepala Sekolah Serda Uloli mengatakan, pihaknya mengetahui oknum siswanya membawa panah wayer berawal dari laporan teman-temannya kepada salah seorang guru.

“Saya sempat memanggilnya dan meminta barangnya (panah wayer) dan melaporkannya kepada polisi,” tambah Serda.

Dia menambahkan, pihak sekolah sudah melakukan upaya maksimal dalam mengawasi para siswa-siswi agar tidak terlibat pada hal-hal yang merusak akhlak dan moral mereka. Tetapi, untuk kasus ini, pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.

“Olehnya, saat ini pihak sekolah belum menentukan sikap, langkah apa yang akan diambil untuk diberikan kepada bersangkutan,” pungkas dia. (Rinto)

 

Editor: Identitas oknum siswa disembunyikan, sesuai yang diatur dalam pedoman pemberitaan ramah anak