Ombudsman Temukan Maladministratif di PDAM Kabupaten Gorontalo, Tomi: Akan Kami Tindak Lanjuti

Ombudsman Temukan Maladministratif di PDAM Kabupaten Gorontalo, Tomi: Akan Kami Tindak Lanjuti

18/12/2019 14:31 0 By Maman

Kepala Keasistenan Ombudsman RI perwakilan Gorontalo, Wahyudin Mamonto memberikan sambutan pada Diseminasi Rapid Assesment terkait temuan maladministratif di PDAM Kabupaten Gorontalo. (60dtk.com)

Hulondalo.id- Indikasi maladministratif ditemukan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Gorontalo, di PDAM Kabupaten Gorontalo.

Kajian cepat yang dilakukan Ombudsman terhadap instansi ini, menjadi dasar dari temuan tersebut yang kemudian disampaikan dengan menggelar Diseminasi Rapid Assesment dan mengundang PDAM Kabupaten Gorontalo, Selasa (17/12/2019).

Dikutip dari 60dtk.com, indikasi maladministratif tersebut diantaranya, penggunaan Standar Operasional Prosedur (SOP) belum terupdate atau SOP tahun 2015.

Kepala Keasistenan Ombudsman RI perwakilan Gorontalo, Wahyudin Mamonto mengatakan, SOP ini penting, sebab, ada kaitannya dengan pelaksanaan tugas masing-masing oleh petugas PDAM.

Tak hanya itu, PDAM Kabupaten Gorontalo juga tak menyediakan sarana dan prasarana pelayanan untuk orang disabilitas. Padahal undang-undang telah memerintahkan penyediaannya.

Terkait bak penampungan air, selama ini hanya ada 6 unit. Ini juga menjadi temuan ombudsman. Begitu pula terkait jaringan pipa air yang terlalu kecil dan belum diganti dalam kurun waktu yang lama.

“Jaringan pipa kecil dan sudah tua, ini berdampak pada pembagian air tidak merata,” ungkapnya.

Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) PDAM Kabupaten Gorontalo Tomi Hendra Said.

Sementara itu, terkait temuan tersebut, Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) PDAM Kabupaten Gorontalo Tomi Hendra Said mengatakan, masih menunggu hasil resmi dari ombudsman.

“Kita tunggu dulu hasil resminya, agar kita tahu maladministrasinya dibidang apa,” ujar Tomi Rabu (18/12/2019).

Kendati begitu diakui Tomi, temuan ini adalah kritik membangun bagi PDAM Kabupaten Gorontalo.

“Mereka orang-orang berkompeten, jadi apa yang menjadi temuan ini akan kita tindak lanjuti,” tambah Tomi.

Terkait air PDAM yang keruh kata dia, diakibatkan material lumpur yang mengendap. PDAM lanjutnya, membuka keran secara periodik untuk mengeluarkan lumpurnya.

Selain memperbaiki pipa yang bocor, PDAM Kabupaten Gorontalo juga memperluas cakupan pipa. Tahun 2020 nanti kata dia, PDAM kabupaten Gorontalo akan membangun dan menyediakan fasilitas untuk penyandang disabilitas seperti yang telah diatur oleh undang-undang. (Ika)