Pabrik Pencucian Sarang Walet Segera Dibuka di Pohuwato, Ini Keuntungannya

Pabrik Pencucian Sarang Walet Segera Dibuka di Pohuwato, Ini Keuntungannya

05/07/2020 11:04 0 By Yadin

Yanto Turede, Owner DSAS Walet Gorontalo.

Hulondalo.id – Kabupaten Pohuwato diprediksi bakal menjadi daerah penghasil sarang burung walet terbesar di Provinsi Gorontalo.

Tercatat bahwa saat ini sudah ada 240 pemilik usaha sarang burung walet di Bumi Panua.
Bahkan oleh pemerintah setempat, sudah disiapkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang mengatur tentang pajak dari hasil sarang burung walet.

Ketua Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN) Provinsi Gorontalo, Yanto Turede mengatakan, sebagian pemilik sarang burung walet di Kabupaten Pohuwato masih kategori pemula.

Tetapi, ada juga gedung sarang walet yang sudah lama dibangun dan kini mampu menghasilkan di atas 10 Kilogram sarang setiap bulannya.

Yanto menilai, dengan jumlah gedung sarang burung walet yang ada saat ini, bahkan terus bertambah, Pohuwato bisa saja menjadi daerah penghasil sarang burung walet terbesar di Provinsi Gorontalo.

Melihat potensi itu, pengusaha muda yang sudah memiliki pabrik pencucian sarang burung walet di Gorontalo ini berencana akan membuka lagi di Pohuwato.

“Setelah di Bone Bolango, perusahaan DSAS Walet Gorontalo, insya Allah, akan membuka lagi pabrik pencucian di Pohuwato,” ujar Yanto yang ingin membuka pabrik pencucian di seluruh Provinsi Gorontalo.

Sarang walet masih dalam kondisi kotor.

Yanto pun menjelaskan keuntungan dengan hadirnya pabrik pencucian. Menurutnya, sudah pasti akan membantu pemerintah daerah mengurangi angka pengangguran karena terciptanya lapangan kerja yang baru.

Pun para petani sarang walet Pohuwato diuntungkan karena akan ada standarisasi harga langsung dari eksportir jika sudah ada pabrik pencucian sarang burung walet.

Sarang walet yang sudah diolah dan dibersihkan di pabrik DSAS Walet Gorontalo.

“Kan sarang burung walet diambil dari petani, itu dalam keadaan kotor. Nanti, akan ada standarisasi harga. Kemudian sarang itu akan diolah dan dibersihkan sehingga menjadi kualitas ekspor. Sekarang ini, ketersediaan bahan baku ada, pasarnya ada, tinggal pabrik pencucian,” jelas Yanto. (yadin)