Pajak Sarang Burung Walet 10%, Yanto: Terlalu Berat bagi Pengusaha

Pajak Sarang Burung Walet 10%, Yanto: Terlalu Berat bagi Pengusaha

16/03/2021 22:44 0 By Maman

Yanto Turede

Ketua Asosiasi Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN), Yanto Turede.

Hulondalo.id – Ketua Asosiasi Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN), Yanto Turede menilai besaran pajak sarang burung walet di Kabupaten Gorontalo terlalu memberatkan bagi pengusaha sarang burung walet.

Dalam Perda Nomor 5 tentang Pajak Usaha Burung Walet, kata dia, besaran pajak yang ditetapkan sebesar 10%.

“Kami minta pemerintah daerah meninjau kembali besaran pajak tersebut. Sebab, sangat memberatkan bagi petani ataupun pengusaha burung walet,” kata Yanto, Senin (16/3/2021).

Penerapan pajak, diakui Yanto, tidak menjadi persoalan. Namun besaran pajak yang ditetapkan, itu memberatkan para petani. Dia berharap agar, besaran pajak ini dapat disamakan dengan daerah lain seperti, Pohuwato sebesar 2,5%.

“Dari 280 petani sarang burung walet di Kabupaten Gorontalo, hanya sebagian yang berhasil, dan akan dikenakan pajak,” ungkap Yanto.

Usaha sarang burung walet, kata dia, tak seperti usaha lain. Usaha ini membutuh dana yang tak sedikit. Untuk memetik hasilnya, kata Yanto, butuh bertahun-tahun.

“Petani walet di Kabupaten Gorontalo juga tergolong pemula, dan untuk mendapatkan hasilnya, butuh waktu yang panjang,” ujarnya.

Sesuai rencana, kata Yanto, audiens akan dilakukan dengan pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Gorontalo terkait besaran pajak. Tak hanya itu, upaya lain juga akan dilakukan seperti, menyurat dan tembusannya ke Presiden RI.

“Sarang burung walet merupakan produk, UMKM, notabenenya di bidang ekspor, inilah langkah yang akan kita ambil, agar apa yang diharapkan oleh petani sarang walet terpenuhi, selama pembahasan pajak, petani ataupun pengusaha tak pernah dilibatkan,” tambahnya.(Pin)