Pajak Sarang Walet di Pohuwato Masih Tahap Kajian Pansus

Pajak Sarang Walet di Pohuwato Masih Tahap Kajian Pansus

24/02/2020 17:48 0 By Yadin

Rapat Pansus I terkait Ranperda sarang walet, Senin (24/2/2020).

Hulondalo.id – Ranperda usulan Pemerintah Kabupaten Pohuwato untuk memungut pajak sebesar 10 persen hasil sarang walet masih dalam tahap kajian Pansus (panitia khusus) I DPRD Pohuwato.

Rancangan peraturan daerah tersebut dibahas bersama pemerintah daerah yang dipimpin langsung oleh Ketua Pansus I, Beni Nento Senin (24/2/2020).

Usai rapat, Wakil Ketua Pansus I, Amran Anjulangi menyampaikan bahwa, pihaknya telah melakukan studi komparasi ke Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Di sana (Tolitoli) sudah berjalan kurang lebih 4 sampai 5 tahun. Dan ternyata ditetapkan 10 persen, itu tidak maksimal. Buktinya, ditetapkan target PAD di 2019 itu Rp750 Juta, yang tercapai hanya hanya Rp250 Juta,” ungkap Amran kepada awak media.

Nah jangan sampai lanjut Amran, Pohuwato pun akan seperti itu. Perda sudah ditetapkan dan tidak berjalan maksimal.

“Di sini kita akan buat cluster. Yang sudah umur berapa tahun, itu yang kita kenakan.  Karena bangunan Walet itu, kita tidak bisa prediksi berapa tahun dia bisa ada hasil.  Sehingga itu setelah pertemuan tadi kita masih akan melakukan uji publik, wawancara langsung face-to-face dengan pengusaha walet. Sesuai pengalaman mereka berapa tahun sudah mulai menghasilkan. Nah itu yang kita jadikan dasar ambil referensi, berapa tahun dia bisa kita pungut pajak,” jelas Amran.

Nah saat pembahasan bersama pemerintah daerah tadi, besaran pajak 10 persen masih dipertimbangkan lagi. Dan ada usulan hanya 2,5 persen saja.

“Kita berangkat dari 2,5 persen bukan karena kita ingin meringankan pajak, tidak. Cuma jangan sampai tidak maksimal ketika kita tetapkan. Daripada kita tetapkan 10 persen kemudian tidak maksimal, lebih baik kita ambil dari bawah tapi lancar,” tutup Amran. (yadin/adv)