Pak Bos yang Tak Bayar THR Siap-siap Bisnisnya Disegel

Pak Bos yang Tak Bayar THR Siap-siap Bisnisnya Disegel

26/04/2021 17:41 0 By Alex

THR

ilustrasi THR./istimewa

Hulondalo.id – Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah mewajibkan pengusaha untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) selambat-lambatnya H-7 Idul Fitri.

Itu sesuai dengan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

Namun, bagi perusahaan yang terdampak Covid-19 masih akan diberikan dispensasi dengan pembayaran THR paling lambat H-1 Idul Fitri jika pengusaha menunjukkan itikad baik dengan melakukan dialog secara kekeluargaan.

“Menghimbau pengawas di Dinas Tenaga Kerja provinsi apabila terdapat perusahaan yang tidak mampu melaksanakan pembayaran THR keagamaan H-7 agar dapat membuat kesepakatan terkait jangka waktu dengan ketentuan minimal H-1,” ujar Ida pada diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9), Senin (26/4/2021).

Akan tetapi jika perusahaan tidak juga membayarkan THR, maka pengawas akan melakukan pemeriksaan hingga menghasilkan nota pemeriksaan yang akan dilengkapi dengan rekomendasi untuk para gubernur, walikota atau bupati untuk sanksi administrasi hingga denda.

“Denda itu diberikan jika pengusaha tidak mampu membayar sesuai ketentuan waktu. Sedangkan sanksinya, berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksinya, kemudian pembekuan kegiatan usahanya,” tegas Ida.

Namun jika ada itikad baik, pengusaha harus melakukan dialog secara kekeluargaan dan menghasilkan kesepakatan tertulis. Setelah itu, hasil kesepakatan tertulis itu harus disampaikan kepada Dinas Tenaga Kerja setempat.

Jika disetujui, maka pengusaha akan diberikan dispensasi dengan pembayaran THR paling lambat H-1 Idul Fitri. Dengan kata lain, pengusaha tetap wajib membayarnya.(ingk)