Paksa 2 Sekretarisnya Mandi Bareng hingga Oral Seks, Bos Bank Ini Ngaku ‘Orang Pintar’

Paksa 2 Sekretarisnya Mandi Bareng hingga Oral Seks, Bos Bank Ini Ngaku ‘Orang Pintar’

03/03/2021 01:06 0 By Alex

pelecehan seksual kasus asusila

Ilustrasi tindak asusila bos kepada sekretarisnya./Istimewa

Hulondalo.id – Seorang pimpinan sebuah bank, PT TMM Finbank Internasional berinisial JH (47) harus berurusan dengan aparat yang berwajib lantaran dugaan tindak asusila kepada sekretarisnya.

Aksi tak senonoh JH itu dilakukan terhadap 2 sekretarisnya, masing-masing berinisial DF (25) dan EFS (23). Diduga JH memaksa sang sekretaris melakukan oral seks dan tindak asusila lainnya, seperti (maaf) meremas payudara hingga tak segan menunjukkan alat kelaminnya kepada korban.

Uniknya, aksi JH itu dilakukan saat si bos sedang dalam proses ritual sembahyang Konghucu.

“Itu posisi saya lagi setengah mabuk pak, diproses ritual, ritual sembahyang Konghucu,” ujar JH saat keterangan di Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (2/3/2021), dikutip dari suara.com.

“Awalnya sekedar untuk mijit, terus kedua dilanjut ada perbuatan tidak senonoh itu pak,” sambung JH.

Rupanya perbuatan asusila itu tidak hanya sekali saja dilakukan JH kepada sekretarisnya. JH mengaku aksinya itu sudah beberapa kali karena merasa klimaks saat melakukan aksinya.

“Iya (klimaks), alat kelamin saya tegang pak,” imbuh JH.

kasus asusila

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi saat konfrensi pers kasus tindak asusila, Selasa (2/3/2021). (f. detik.com)

Tak hanya oral seks dan meremas payudara, terungkap bahwa JH juga pernah memaksa 2 sekretarisnya itu mandi bersama. Alasannya, kegiatan itu untuk membuka aura positif dari tubuh korban. Tapi aksi itu ditolak oleh korban.

“Modusnya, tersangka ini mengaku sebagai peramal, orang pintar, yang bisa meramal nasib orang yang bisa meramal nasib dan rezeki seseorang,” kata Wakapolres Metro Jakarta Utara, AKBP Nasriadi.

Menurut Nasriadi, 2 sekretarisnya itu juga tidak berani melawan karena si bos diduga sering membawa senjata tajam.

“Takut jadi korban pembunuhan, akhirnya pasrah,” kata Nasriadi.

Atas perbuatan tersangka, JH telah resmi ditahan dan dijerat dengan pasal 289 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.(60K)