Pameran Tema Nani Wartabone Warnai Hari Museum Nasional ke 6 Tahun 2021

Pameran Tema Nani Wartabone Warnai Hari Museum Nasional ke 6 Tahun 2021

13/10/2021 14:42 0 By Maman

Hari Museum Nasional 2021 (1)

Staf Ahli Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Yosef P. Koton, M.Si saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Museum Nasional k3 6 Tahun 2021 yang digelar UPT Museum Purbakala Gorontalo Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo. (foto:inkri)

Hulondalo.id – Pahlawan Nasional, Nani Wartabone menjadi tema pelaksanaan Pameran Temporer yang digelar UPT Museum Purbakala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional ke 6 tahun 2021.

Selainn pameran juga digelar, Talkshow Museum di Hatiku, Launchiing Website Sistem Informasi Koleksi, Lomba Olahraga Tradisional tingkat SMA/SMK se-Provinsi Gorontalo, dan Pementasan Gerakan Seniman Masuk Sekolah.

Staf Ahli Gubernur Gorontalo, Dr. Ir. H. Yosef P. Koton, M.Si, mengatakan, ini momen yang sangat berarti bagi karena dapat memeriahkan Hari Museum Nasional, melalui kegiatan yang sarat makna. Khususnya kata Yosef, Pameran Temporer yang mengusung tema, Nani Wartabone.

“Alasan pemilihan tema ini tentu bisa kita maklumi bersama, karena setahu saya ada beberapa koleksi di Museum Purbakala Provinsi Gorontalo yang berkaitan dengan beliau,” ungkapnya.

Sosok Nani Wartabone juga kata Yosef, merupakan pejuang nasional Gorontalo sesuai SK Presiden RI Nomor 085/TK/Tahun 2003 tentang Penganugerahaan Gelar Pahlawan Nasional, yang semasa hidupnya telah memimpin pergerakan rakyat mengusir penjajah dari bumi Hulondhalo.

Semangat patriotisme, pantang menyerah, serta kemampuan untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat yang dicontohkan Nani Wartabone dan para pejuang lainnya, layak dijadikan teladan dalam menghadapi persoalan bangsa saat ini.

“Saat itu, para pendahulu kita menyadari bahwa tanpa adanya persatuan, mustahil bisa melawan penjajah yang bersenjatakan modern, kegiatan seperti ini bisa kembali mengobarkan semangat juang bangsa kita yang sempat terpengaruh oleh adanya permasalahan global yakni, pandemi Covid-19,” terangnya.

Yosef mengapresiasi kinerja jajaran Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo melalui UPTD Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, yang telah menyediakan ruang untuk melihat kembali sejarah daerah ini, dalam memperoleh kemerdekaan dan mencoba membandingkannya dengan masalah yang sementara dihadapi sekarang.

“Dan ternyata, pada dasarnya Insya Allah semua permasalahan akan bisa dilewati, jika kita bergandengan tangan, merapatkan barisan, bersatu padu sebagaimana halnya yang dilakukan oleh pejuang, dalam membebaskan daerah kita dari cengkeraman penjajah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo, Wahyudin Katili mengatakan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan adanya museum, sejak tahun 2010 Pemprov Gorontalo elah berupaya membangun museum dan mulai memfungsikannnya untuk umum, tahun 2015.

“Sebagai satu-satunya museum di Gorontalo yang menyimpan kurang lebih 500 koleksi dari berbagai jenis diantaranya, koleksi Geologika, Etnografika, Historika, Numismatika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa dan Teknologika,” kata Wahyudin.

“Koleksi itu antara lain berupa, foto peninggalan masa penjajahan, berbagai alat rumah tangga, peralatan pertanian, berbagai jenis senjata tajam bahkan bendera Merah Putih yang dikibarkan pertama kali saat terbentuknya provinsi Gorontalo,” tambahnya.

Namun hingga kini kata Wahyudin, keberadaan museum Gorontalo belum terinformasikan secara meluas ke masyarakat. Padahal Museum Gorontalo dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi bahkan edukatif bagi siswa, mahasiswa maupun masyarakat.

“Harapan saya, talkshow ini akan memberikan banyak masukan berarti bagi pengembangan Museum Purbakala ditahun-tahun mendatang, sehingga keberadaan museum di daerah kita dapat difungsikan lebih dari sekedar tempat penyimpanan koleksi bersejarah,” ujar Wahyudin.

Kegiatan Lainnya dalam rangka memeriahkan Hari Museum ini, dicanangkannya penggunaan Website Sistem Informasi Koleksi Museum, Lomba Olahraga Tradisional berupa lomba Egrang, Ketapel, dan Lari Bolak Balik Balok yang diikuti utusan siswa SMA/SMK se-Provinsi Gorontalo.

“Setelah pelaksanaan lomba ini, diharapkan ada semangat untuk terus melestarikan budaya Gorontalo warisan nenek moyang kita yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman,” tandas Wahyudin. (Inkri)