Panah Wayer di Jalan Bali Terungkap, Ini Dia Pelakunya

06/11/2019 21:14 0 By Alex

NG alias Imam (22) tersangka kasus panah wayer di jalan Bali, Kota Gorontalo.

Hulondalo.id – Kasus panah wayer yang menimpa Pinkan Aprilia (17) perlahan mulai terungkap. Jajaran Polres Gorontalo Kota telah mengamankan seorang tersangka berinisial NG alias Imam (22) yang diduga sebagai pelaku utama pada peristiwa di jalan Bali, Kota Gorontalo, Selasa (5/11/2019).

Dari informasi yang dirangkum Hulondalo.id, tersangka NG teridentifikasi merupakan warga Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Bahkan, NG merupakan residivis kasus yang sama dan bahkan sempat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo selama 1,6 Tahun melalui vonis pengadilan.

Sebelum peristiwa yang menimpa Pinkan Aprilia di jalan Bali, Kota Gorontalo, NG alias Imam bersama salah seorang rekannya berinisial Y menuju Terminal 1942 Andalas untuk mencari anggota-anggota geng ABANK. Saat itu, mereka berdua tidak menemukannya.

Namun saat dalam perjalanan pulang, NG alias Imam melihat 2 sepeda motor yang diduganya adalah anggota geng ABANK tadi, tepat di SMK Negeri 1 Gorontalo. Satu sepeda motor berboncengan 2 orang, dan yang satunya lagi berboncengan 3 orang. NG dan Y pun membuntuti kedua sepeda motor tadi.

Ketika tiba di jalan Bali, NG alias Imam dan Y alias Ayat mendapati sepeda motor berboncengan 3 tersebut berhenti di pinggir jalan. Di situlah NG alias Imam langsung menembakkan panah wayer ke arah sepeda motor tersebut dan belakangan diketahui korbannya adalah Pinkan Aprilia. Setelah itu, NG alias Imam dan Y alias Yayat langsung melarikan diri.

Dari hasil interogasi jajaran Polres Gorontalo Kota, aksi yang dilakukan NG alias Imam itu dilatarbelakangi ketersinggungan. Imam yang berasal dari geng MALARIA, disebut geng ABANK hanyalah sebagai pasukan geng pencuri ayam. Di situlah Imam merasa sakit hati.

Dari hasil interogasi polisi pula, Imam diduga merupakan pelaku tunggal panah wayer yang terjadi di Jalan Duku, Kota Gorontalo pada 30 Oktober 2019. Saat itu, Imam diduga berniat membalaskan dendam salah seorang rekannya yang juga tertembak panah wayer.(Tim HL)