Pandemi Covid-19, Ini Capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan

Pandemi Covid-19, Ini Capaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan

16/11/2020 12:18 0 By Maman

SPM Dikes Provinsi Gorontalo

Asisten I Pemprov Gorontalo, H. Syukri J. Botutihe membuka Pertemuan Pembahasan SPM Bidang Kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (foto:hmsdikesgorontaloprov)

Hulondalo.id – Pandemi Covid-19, membuat capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dibidang kesehatan, rata-rata < 50%. Hal itu berdasarkan evaluasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan monitoring hasil inputan Komdat SPM Kementerian Kesehatan RI.

Asisten I Setda Provinsi Gorontalo, Sukri J.Botutihe saat membuka acara mengatakan, Kabupaten/Kota lebih memaksimalkan pembiayaan SPM melalui APBD, dan memprioritaskan pembiayaan SPM terlebih dahulu baru yang lainnya.

“Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo juga harus melakukan monitoring dan evaluasi yang intensif terhadap pencapaian SPM Kabupaten/Kota, sebab, jika pencapaian 12 indikator SPM ini tidak maksimal, maka otomatis akan membebani SPM provinsi,” kata Syukri di Hotel Aston Gorontalo.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Misranda E. U. Nalole, M.Si mengungkapkan bahwa, kegiatan ini sempat tertunda berulang kali karena kondisi pandemi.
“Namun, pentingnya acara ini, membuat kami tetap melaksanakannya dengan tetap berkomitmen untuk disiplin dalam penerapan protokoler kesehatan” ungkap Misranda.

Pelaksanaan SPM sendiri, merupakan implementasi dari PMK 4 tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan. Pada pelaksanaannya diperlukan pemantauan atas efektivitas pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar, dan rangkaian kegiatan perencanaan dan penyusunan anggaran untuk SPM khususunya di Provinsi Gorontalo.

SPM juga memerlukan penguatan, sebagai standar pelayanan minimal yang wajib dilaksanakan oleh institusi pemerintah termasuk Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten /Kota. SPM juga merupakan pelayanan esensial yang harus tetap dilaksanakan dalam kondisi Pandemi.

Perlu disadari juga bahwa, pelayanan kesehatan saat pandemi Covid-19 memang sangat terbatas, karena harus dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Tahun 2019 sebelum pandemi, pelayanan standar minimal bidang kesehatan dikabupaten/kota yang terdiri dari 12 indikator, berdasarkan hasil evaluasi di tingkat Provinsi, hasil capaian semua indikator sampai dengan triwulan III rata rata masih < 50%.

Untuk tahun 2020, sebagian besar kabupaten kota tidak melakukan input data laporan SPM. Kegiatan ini dijadwalkan dilaksanakan tanggal 10-11 November 2020 menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan dan Bappeda Provinisi Gorontalo.

Peserta yang mengikuti kegiatan antara lain, adalah Sekretaris dan Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota khususnya yang terkait SPM, juga bagian perencanaan.

Tindak lanjut dari kegiatan ini, sesuai rencana akan diagendakan pertemuan berikut untuk membahas defenisi operasional dari indikator SPM, yang akan menjadi dasar dalam pendataan dan perhitungan sasaran. (man/adv)