Paripurna DPRD Gorontalo Utara Alot, Gustam Ismail & F-PG Tinggalkan Ruang Rapat

Paripurna DPRD Gorontalo Utara Alot, Gustam Ismail & F-PG Tinggalkan Ruang Rapat

20/10/2020 15:29 0 By Maman

Aleg -FPG DPRD Gorontalo Utara, Lukum Diko dan Rina Polapa saat keluar dari ruang Rapat Paripurna. (foto:prin)

Hulondalo.id – Rapat Paripurna DPRD Gorontalo Utara yang digelar Selasa (20/10/2020), berjalan alot. Bahkan, aleg Fraksi Para Bintang, Gustam Ismail dan dua aleg Fraksi Partai Golkar, Lukum Diko dan Rina Polapa meninggalkan ruangan, meski Rapat Paripurna sementara berjalan.

Sebelumnya, Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Gorontalo Utara, Djafar Ismail bersama Wakil-wakil Ketua DPRD Gorontalo Utara, Roni Imran dan Hamzah Sidik ini, berjalan lancar. Fraksi-fraksi yang ada, secara bergilir menyampaikan pandangan umumnya, terhadap KUA-PPAS APBD Gorontalo Utara tahun 2021.

Suasana berubah, saat Fraksi PAN menyampaikan pandangan umum yang dibacakan Lukman Botutihe. Aleg F-PG Lukum Diko tiba-tiba menyampaikan interupsi. Menurutnya, F-PAN tidak membacakan pandangan fraksi, karena diduga hanya membawa map kosong. Dan lebih banyak mengapresiasi kinerja pemerintah daerah.

“Kemarin sudah disepakati bahwa, penyampaian pandangan fraksi ini dibacakan,” ungkap Lukum.

Lukman yang saat itu masih di podium menanggapi bahwa, dirinya tidak pernah menginterupsi fraksi-fraksi lain saat menyampaikan pandangan umum fraksi. Lukman meminta agar diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan.

“Apapun itu pak Lukum Diko, berilah kesempatan kepada kami, ini hak kami, kalau bapak-bapak ingin mengoreksi silahkan setelah akhir dari pandangan fraksi ini,” ujar Lukman.

Lukman melanjutkan penyampaian pandangan umum fraksinya. Namun, rapat yang juga dihadiri Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin masih berjalan alot. Aleg F-PB, Gustam Ismail juga menyampaikan hal yang sama, bahkan mendukung pernyataan Lukum Diko.

“Saya sepakat dengan fraksi Partai Golkar yang menilai bahwa kesepakatan bersama telah dicederai, forum ini ini menyampaikan pandangan umum fraksi, jangan dijadikan sebagai forum pencitraan,” ungkap Gustam.

Dalam rapat internal yang digelar Senin (19/10/2020) kata Gustam, sudah ada kesepakatan dalam hal pelaksanaan Rapat Paripurna ini, bahwa pandangan umum fraksi dibacakan. Bahkan kata Gustam, sampai pada hal teknis dibicarakan dalam rapat saat itu.

“Kita sama-sama dipilih oleh rakyat dan tentu memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun daerah ini,” tandasnya sambil keluar dari ruang Rapat Paripurna.

Lukum kemudian menambahkan, bahwa semua sudah berusaha tepat waktu. Bahkan kata dia, sejak tadi malam hingga pagi tidak tidur, untuk menyusun pandangan umum fraksi, demi menghargai keputusan pimpinan, keputusan bersama lembaga.

Selanjutnya, Lukum menyatakan Fraksi Golkar keluar dari ruang rapat, karena merasa kesepakatan lembaga telah dicederai.

Meski begitu, Rapat Paripurna tetap berlanjut termasuk agenda, tambahan penjelasan Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin terhadap pandangan umum fraksi. (Prin/Adv)