Pariwisata di Blitar Mulai Dibuka, Pengusaha Wajib Patuhi Protokol

Pariwisata di Blitar Mulai Dibuka, Pengusaha Wajib Patuhi Protokol

12/07/2020 20:26 0 By admin
Bupati Blitar Rijanto saat memberikan sambutan pada penyerahan APD untuk pelaku usaha pariwisata, Ahad (1272020).

Bupati Blitar Rijanto saat memberikan sambutan pada penyerahan APD untuk pelaku usaha pariwisata, Ahad (1272020).

Hulondalo.id (Blitar) – Dibawah pengawasan dan penerapan protokol kesehatan ketat, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, secara bertahap mulai dibuka. Begitu juga dengan perhotelan maupun restoran.

Kendati sudah diizinkan, namun pemerintah ulp tetap meminta pelaku usaha yang bergerak di sektor pariwisata, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) pun, ikut diberikan kepada pelaku usaha jasa pariwisata, dari Pemkab Blitar.

“Kami berharap seiring dengan berlakunya new normal atau tatanan kehidupan baru, wisata di Kabupaten Blitar ini kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jadi penularan Covid-19 bisa ditekan sektor pariwisata pun tetap berjalan,” ujar Bupati Blitar Rijanto.

Para pelaku jasa pariwisata sendiri, Ahad (12/7/2020), mendapatkan bantuan alat pelindung diri, yang diserahkan langsung Bupati Blitar Rijanto, di wisata edukasi Kampung Coklat di Kecamatan Kademangan.

Masih kata Bupati, sebelum beroperasi penuh, pengelola tempat wisata mengajukan izin ke dinas terkait. Nanti, tempat tersebut akan di cek langsung oleh tim dari dinas, apakah memang tempat itu sudah siap menjalankan protokol kesehatan.

Kendati demikian, kecamatan masih dalah zona merah tetap dilarang. “Yang kecamatan masuk zona merah tentu kita tahan dulu untuk tidak dibuka. Yang orange, kuning dan hijau boleh. Dengan catatan zona orange boleh tapi pengawasan ketat,” tegasnya.

“sambil berjalan kita terus awasi. Kalau di tengah jalan ada yang melanggar atau ada riwayat yang berkunjung maupun karyawan serta pengelola positif langsung kita tutup lagi,” imbuhnya, sembari mempersilahkan masyarakat kembali mendatangi lokasi wisata, asalkan mematuhi protokol kesehatan. (SA)