Pasar Pagi Ini: Cabai Rawit Rp 100 Ribu, Tomat Rp 25 Ribu per Kg

23/11/2019 11:33 0 By Alex

Pedagang barito (bawang, rica, tomat) di pasar tradisional Limboto. (F. Alex)

Hulondalo.id – Perkembangan harga sejumlah komoditas pangan di pasar-pasar tradisional di Gorontalo masih terpantau cukup stabil. Namun, beberapa komoditas bergejolak seperti cabai rawit, bawang dan tomat mulai mengalami perubahan harga.

Seperti yang terlihat di pasar tradisional Limboto, pagi ini, Sabtu (23/11/2019). Harga cabai rawit terpantau masih dipatok di atas Rp 100 Ribu per Kg. Sementara harga bawang merah perlahan mulai naik menjadi Rp 35 Ribu per Kg. Sedangkan tomat terus mengalami kenaikan. Hari ini dipatok Rp 23 Ribu hingga Rp 25 Ribu per Kg.

Menurut pengakuan sejumlah pedagang, harga cabai rawit mulai turun karena komoditas cabai rawit dari luar daerah sudah masuk ke Gorontalo. Padahal, awal bulan lalu, harganya mencapai Rp 120 Ribu per Kg.

“Sudah turun pak. Ada rica (cabai rawit) dari Makassar yang sudah masuk. Rica-nya besar-besar, beda dengan rica Gorontalo,” ujar Kasim pedagang setempat.

Sementara untuk komoditas bawang merah, meski terpantau masih stabil namun perlahan mulai naik. Pedagang mengatakan, meski kiriman tomat dari wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) sudah masuk ke Gorontalo, namun hanya diborong oleh beberapa pedagang besar di Gorontalo.

Sedangkan untuk harga tomat yang melejit sejak sepekan teakhir, pedagang mengklaim karena imbas cuaca yang belum menentu sampai sekarang ini.

“Begitu keluhannya (keluhan petani). Stoknya sekarang banyak yang masih hijau (tomat mengkal). Padahal ibu-ibu maunya yang merah-merah,” timpal Ismet, pedagang lainnya.

Kenaikan harga tomat tersebut membuat sejumlah ibu rumah tangga protes. Pasalnya, kebutuhan belanja bahan dapur terus naik. Biasanya sekali belanja cukup untuk kebutuhan 5 hari, sekarang paling lama hanya untuk 3 hari saja.

Sebelumnya, jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Gorontalo cenderung naik menjelang akhir tahun. Pada Tahun 2017, inflasi bulan November tercatat 0,17% dan menjadi 0,79% pada bulan Desember.

Sementara Tahun 2018, inflasi bulan November mencapai 0,23%. Kemudian naik lagi menjadi 0,57% pada bulan Desember.

Melihat fenomena itu, ketersediaan stok pangan dan distribusi penting untuk menjaga inflasi tetap terkendali sampai akhir tahun 2019 ini. Paling tidak, masih tetap dalam rentan target inflasi 3% plus minus 1%. (Alex)