Pasca 5 Warganya Positif Covid-19, Ini Kebijakan Terbaru Pemkab Tolitoli

Pasca 5 Warganya Positif Covid-19, Ini Kebijakan Terbaru Pemkab Tolitoli

10/05/2020 16:35 0 By Maman

Antrian kendaraan di perbatasan Desa Lakuan Tolitoli dengan Buol, pasca ditetapkannya kebijakan penutupan perbatasan oleh Pemkab Tolitoli.

Hulondalo.id – Pasca 5 warga Tolitoli dinyatakan positif Covid-19, Pemkab Tolitoli makin memperketat pintu masuk atau perbatasan. Tak cuma itu, Pemkab Tolitoli bahkan tak mengijinkan kendaraan tertentu masuk.

Kebijakan ini diberlakukan baik itu untuk jalur darat, laut maupun udara. Guna mencegah penyebaran virus corona. Penutupan perbatasan diberlakukan bagi kendaraan penumpang.

Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan mengatakan, warga yang berniat mudik ke Tolitoli, agar mengurungkan niatnya. Apalagi kata dia, jika berasal dari wilayah zona merah atau wilayah yang sudah terpapar Covid-19.

“Perbatasan akan ditutup total, mobil pribadi atau mobil yang memuat penumpang tujuan ke Tolitoli, meski memiliki KTP Tolitoli tidak akan diijinkan,” kata Bupati.

Selain karena 5 warga dinyatakan positif Covid-19, jumlah PDP dan ODP juga bertambah. Perketat perbatasan dilakukan sebagai cara yang preventif dari Pemkab Tolitoli, agar Covid-19 tidak semakin meluas penyebarannya.

Selama ini, jalur darat terbilang paling banyak dilewati baik itu kendaraan pribadi maupun muatan logistik. Ada kekhawatiran, kendaraan pribadi dan muatan logistik ini, rentan dengan penyebaran covid-19. Terlebih, pintu masuk dari perbatasan Buol, di Desa Lakuan Kecamatan Tolitoli Utara.

Seperti diketahui bahwa, saat ini Kabupaten Buol menjadi daerah dengan pasien terbanyak yang terpapar Covid-19. Penutupan secata ketat di perbatasan dilakukan, bukan lagi sistim buka tutup.

Kebijakan ini mulai berlaku 10 Mei 2020. Penutupan perbatasan mulai diberlakukan di tiga titik perbatasan. Dampaknya, antrian kendaraan nampak di tiga titik perbatasan tersebut. Kebijakan ini tidak berlaku bagi kendaraan yang memuat peralatan medis, ambulance.

Kendaraan yang memuat sembako, BBM dan mobil kampas akan diberlakukan pertukaran sopir di perbatasan. Penerapan protokol kesehatan juga diterapkan. Bahkan jika ada sopir dan kernet yang rapid tes reaktif, tidak diizinkan melintas atau masuk ke Tolitoli.

Hal serupa juga diberlakukan pada jalur laut. Jika ada kapal barang yang masuk, semua kru dilakukan rapid test. Jika kemudian ada yang haslinya reaktif, maka kapal hanya diperkenankan berlabuh atau meninggalkan pelabuhan Tolitoli.

Kebijakan ini praktis menimbulkan pro kontra di masyarakat. Disisi lain bahwa, langkah ini ditempuh Pemkab Tolitoli, semata-mata untuk memutus penyebaran Covid-19. (Andis/Adv)