Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Puskesmas Selama Masa Pandemi Covid-19

Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Puskesmas Selama Masa Pandemi Covid-19

19/03/2021 15:34 1 By Maman

Ilus Ibu Hamil

Ilus Ibu Hamil (dinkesjogjaprov.go.id)

*Angelia Friska Tendean, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dosen Pembimbing, Sutantri, Skep.,Ns.M.Sc.,PhD.

Pada bulan Maret tahun 2020, World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai pandemi dunia. Mencegah penularan COVID-19 meluas, pemerintah Indonesia membuat kebijakan melalui Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020, tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kebijakan dan situasi COVID-19 tersebut, membuat pelayanan kesehatan ibu hamil di Puskesmas menjadi terkendala. Disejumlah Puskesmas, kunjungan Antenatal Care (ANC) ibu hamil, mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Alasannya klasik, ibu hamil enggan melakukan pemeriksaan kehamilan ke Puskesmas, karena takut tertular COVID-19.

ANC sangat penting dilakukan ibu semasa hamil, untuk mencegah berbagai kemungkinan komplikasi buruk pada ibu hamil maupun janin. WHO merekomendasikan Ibu hamil, seharusnya melakukan kunjungan ANC sebanyak 4 kali pada masa kehamilannya.

Angelia Friska Tendean.

WHO juga menjelaskan bahwa, Angka Kematian Ibu (AKI) diseluruh dunia sangat tinggi, pada tahun 2017, sekitar 295.000 wanita meninggal selama kehamilan, saat persalinan dan setelah melahirkan.

Sementara di Indonesia, tahun 2017 Indonesia menyandang peringkat ketiga, negara dengan AKI tertinggi di negara ASEAN yaitu, 177 per 100.000 kelahiran hidup. Tingginya AKI di Indonesia, masih menjadi tantangan besar karena masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tahun 2030 yaitu, kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup.

Selama pandemi COVID-19, AKI tentunya harus memerlukan perhatian khusus bagi seluruh pemerintah dan fasilitas kesehatan.

Puskesmas sebagai garda terdepan fasilitas kesehatan, perlu melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil selama pandemi.

Meskipun saat ini, penanganan pencegahan dan pembatasan penularan infeksi COVID-19 menjadi prioritas, tetapi Puskesmas harus tetap memaksimalkan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), seperti yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019, tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

Berdasarkan hasil field trip di salah satu Puskesmas di Wilayah Provinsi Yogyakarta, menurut Kepala Puskesmas tersebut, selama masa pandemi COVID-19, ada beberapa dampak COVID-19 terhadap pelayanan kesehatan.

Diantaranya, kunjungan masyarakat di Puskesmas berkurang, pelayanan kesehatan terfokus di pelayanan UKP. Sehingga pelayanan kesehatan UKM menjadi terkendala, penyediaan sarana dan prasarana pendukung Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dan sistem surveillance harus lebih optimal.

Lebih lanjut, Kepala Puskesmas ungkapkan, sebelum pandemi banyak pogram pelayanan kesehatan ibu hamil yang biasanya dilakukan yaitu, ANC terpadu dilaksanakan seminggu dua kali.

Bidan koordinator memiliki tanggung jawab ibu hamil di wilayah mereka masing-masing, dan program UKM Inovasi Kekep ibu yang merupakan kombinasi Kelas Ibu dan Kelompok Pendukung (KP) Ibu dengan salah satu sasarannya adalah Ibu hamil.

Program tersebut biasanya diadakan setiap bulan sekali, dengan tujuan untuk mencegah masalah AKI. Program tersebut telah terbukti menekan AKI di wilayah Puskesmas tersebut.

Saat ini, Indonesia dalam proses adaptasi kebiasaan baru di era pandemi COVID-19. Kementerian kesehatan Republik Indonesia memberikan pedoman pelayanan kesehatan ibu hamil di Puskesmas, sebagai acuan untuk kebiasaan baru.

Menurut pedoman tersebut, ibu hamil dapat melaksanakan kunjungan ANC pada kehamilan normal, minimal 6 kali kunjungan dengan rincian 2 kali di Trimester pertama, satu kali di Trimester kedua, dan tiga kali di Trimester ketiga.

Minimal dua kali diperiksa oleh dokter saat kunjungan pertama di Trimester pertama, dan saat kunjungan ke lima di Trimester ketiga. Sebelum melakukan kunjungan, ibu hamil wajib membuat janji temu teleregestrasi melalui media telepon atau daring.

Selain kunjungan ANC, kelas ibu hamil dapat dilakukan berdasarkan zona wilayah apabila wilayah tersebut masuk dalam kategori zona hijau. Kelas ibu hamil dapat dilaksanakan secara tatap muka dengan partisipan ibu hamil sebanyak 10 orang.

Apabila zona orange dan merah, kelas ibu hamil dapat dilakukan secara daring lewat zoom, youtube atau video call.

Pelayanan kesehatan ibu hamil di Puskesmas sangat penting untuk terus dijalankan. Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), harus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu hamil untuk menekan AKI di Indonesia.

Dibeberapa negara yang memiliki AKI tinggi, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kualitas pelayanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat yang tidak adekuat.

Penulis merekomendasikan Puskesmas dapat menjalankan program kelas Ibu hamil, ataupun program inovasi Kekep Ibu dari salah satu Puskesmas wilayah Yogjakarta, untuk mempertahankan kunjungan ANC ibu hamil di fasilitas kesehatan, khususnya selama pandemi COVID-19.

Adapun, kelas ibu hamil tersebut selama pandemi ini dapat dijalankan menggunakan kelas online lewat zoom, video call atau media lainnya untuk wilayah zona orange/merah, dan tatap muka untuk wilayah zona hijau.

Selain itu, untuk memantau kesehatan ibu hamil Puskesmas dapat menggunakan telekonsultasi dengan ibu hamil melalui media whatsapp, facebook messenger, SMS atau telepon. (##)