Pemda Kaji Penutupan Akses Masuk Orang ke Gorontalo

Pemda Kaji Penutupan Akses Masuk Orang ke Gorontalo

23/04/2020 22:08 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat menggelar rapat virtual bersama bupati/walikota dan unsur Forkopimda Gorontalo, Kamis (23/4/2020).

Hulondalo.id – Pemerintah daerah se-Provinsi Gorontalo mulai mengkaji rencana penutupan akses masuk orang ke Gorontalo. Pasalnya, tingginya penularan Covid-19 di bumi Serambi Madinah ini disebabkan oleh orang-orang yang memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.

Rencana penutupan tersebut terungkap dalam rapat virtual Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama para bupati/walikota dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (23/4/2020).

“Untung, rugi, kelebihan dan kekurangan dari kebijakan ini perlu mendapat masukan komprehensif, termasuk konsekuensi dan jaminan yang harus diperhitungkan secara matang sebelum benar-benar dilaksanakan,”  kata Gubernur Rusli Habibie usai rapat.

“Saya menunggu surat berdasarkan kajian dari bupati/walikota dan forkopimda,” sambung dia.

Diskresi penutupan akses masuk diberi tenggat waktu 3 hari ke depan. Usulan dari bupati/walikota dan forkopimda akan menjadi bahan untuk mengambil kebijakan penutupan akses dengan catatan tertentu masuk ke Gorontalo.

Jika benar-benar diputuskan untuk menutup akses, maka akan disosialisasikan dan dikonfirmasi terlebih dahulu dengan pihak eskternal terkait. Hal itu untuk mengantisipasi potensi miskomunikasi yang bisa terjadi.

“Saya kira saya sependapat kebijakan ini 3 hari ke depan dikaji sehingga kita semua ada kesamaan sikap,” timpal Ketua DPRD Gorontalo Paris RA Jusuf.

Sementara Wakil Gubernur Idris Rahim mengatakan, sejatinya penutupan akses masuk belum cukup untuk memutus mata rantai penularan virus corona. Menurut dia, butuh keseriusan semua pemangku kepentingan dan kesadaran masyarakat untuk mematuhi semua imbauan pemerintah.

Selain rencana penutupan akses masuk, rapat tersebut juga untuk menyamakan persepsi tentang kebijakan pelarangan ibadah berjamaah di masjid selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Semua daerah diminta satu sikap agar efektif untuk pencegahan dan penanganan virus corona.

Pada rapat itu dibahas juga soal wacana pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah. Warga hanya akan diperbolehkan beraktivitas luar rumah mulai pukul 08.00 Wita hingga 17.00 Wita.(adv/alex)