Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya BJ Habibie

Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya BJ Habibie

11/09/2019 23:05 0 By Alex

Mendiang almarhum Presiden RI Ketiga, BJ Habibie.(istimewa)

Hulondalo.id – Pemerintah RI menetapkan hari berkabung Nasional selama 3 hari atas meninggalnya Presiden Ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie, Rabu (11/9/2019). Seluruh masyarakat Indonesia pun dihimbau untuk memasang bendera merah putih setengah tiang.

Himbauan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara melalui surat nomor B-1010/M.Setneg/Set/TU.00/09/2019 tertanggal 11 September 2019.

Surat tersebut ditujukan kepada seluruh pimpinan lembaga negara, gubernur BI, para menteri hingga seluruh gubernur, bupati/wali kota se-Indonesia.

“Untuk memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada putra terbaik bangsa, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie yang meninggal 11 September 2019 pukul 18.05, dimohon untuk mengibarkan Bendera Negara setengah tiang selama 3 hari berturut-turut, terhitung mulai 12—14 September 2019. Pada kurun waktu tersebut ditetapkan sebagai hari berkabung Nasional,” kata Mensesneg, Pratikno seperti dikutip Hulondalo.id.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana akan menggelar doa dan tadarusan hingga 7 hari berturut-turut untuk mendoakan wafatnya BJ Habibie.

“Setelah malam ini, besok dan seterusnya sampai hari ke 7 insya Allah kami akan mengadakan pengajian dan tadarusan untuk mendoakan almarhum BJ Habibie. Ini sesuai instruksi dari bapak gubernur yang kebetulan sekarang beliau berada di Jakarta mendampingi langsung keluarga almarhum,” jelas Plh Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Syukri Botutihe.

Syukri juga menghimbau agar seluruh masyarakat Gorontalo dapat melaksanakan sholat ghaib untuk mendoakan almarhum besok, Kamis (12/9/2019).

BJ Habibie dikenal memiliki ikatan emosional dengan masyarakat gorontalo, karena Gubernur Gorontalo Rusli Habibie adalah keponakan almarhum BJ. Habibie

“Kebetulan almarhum juga memiliki gelar adat, jadi nanti kita akan bicarakan lagi dengan pak gubernur dan pemangku adat Gorontalo untuk prosesinya seperti apa nantinya,” tutupnya.(alex)