Pemkab Blitar Ajukan RAPBD 2021 Rp 2,2 Triliun, Suwito: Legislatif Apresiasi Anggaran BKK

Pemkab Blitar Ajukan RAPBD 2021 Rp 2,2 Triliun, Suwito: Legislatif Apresiasi Anggaran BKK

12/10/2020 16:22 0 By Maman

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto diwawancarai, usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Blitar. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Pemkab Blitar resmi mengajukan usulan RAPBD tahun 2021, sebesar Rp. 2.209.705.761,284, ke DPRD Kabupaten Blitar. Usulan dalam dokumen RAPBD tahun 2021 ini, dibahas lebih jauh oleh legislatif, dalam Rapat Paripurna, Senin (12/10/2020).

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto mengatakan, dalam RAPBD tersebut terdapat alokasi anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Suwito mengakui, BKK ini diperuntukkan kepada kepala desa.

“Ini sangat menarik, karena sebelumnya telah dianggarkan dalam APBD Perubahan tahun 2020, sepertinya pemerintah daerah ingin terus meningkatkan kegiatan tersebut di tahun 2021, sangat kami apresiasi karena hal ini sangat berguna, stimulus pemulihan ekonomi kabupaten Blitar akibat pandemi covid-19″, kata Suwito.

Rapat Paripurna yang digelar kali ini kata Suwito, merupakan rangkaian awal dari pembahasan RAPBD 2021. Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2021 ini, disampaikan Pjs. Bupati Blitar Drs. Budi Santoso, diruang Sidang Paripurna DPRD Kanigoro Blitar Jawa Timur.

Pjs Bupati Blitar Drs. Budi Santoso.

Budi mengatakan, setelah diadakan evaluasi terhadap perencanaan dan realisasi penerimaan pendapatan, perlu adanya penyesuaian penerimaan pendapatan. Pendapatan dimaksud, baik itu dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan PAD pada Perubahan APBD tahun anggaran 2020. Sehingga kata Budi, terdapat pengurangan maupun penambahan di masing-masing pos pendapatan.

Estimasi PAD pada APBD tahun anggaran 2021 kata dia, sebesar Rp 2.209.705.761,284. Ini dapat diwujudkan jika semua lini saling bekerjasama di masa pandemi covid-19. Pada RAPBD tahun 2021 juga kata Budi, akan banyak alokasi dana untuk desa berupa BKK.

“Anggaran ini diharapkan bisa mengangkat perekonomian masyarakat melalui program padat karya dan meningkatkan usaha mikro dan UMKM, evaluasi juga akan terus dilakukan dan pendampingan dari kegiatan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat kabupaten Blitar,” ungkap Budi. (Anang/Adv)