Pemkab Boalemo Target Angka Stunting Turun di Bawah 10 Persen

Pemkab Boalemo Target Angka Stunting Turun di Bawah 10 Persen

10/03/2021 23:58 0 By Yadin

Kegiatan pelaksanaan Analisis Situasi Stunting (Aksi 1)
yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Rabu (10/3/2021). (f.istimewa)

Hulondalo.id – Sekretaris Daerah Boalemo,  Sherman Moridu menghadiri kegiatan pelaksanaan Analisis Situasi Stunting (Aksi 1) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan, Rabu (10/3/2021).

Lewat kegiatan tersebut, Sherman Moridu mengajak untuk melakukan kiat dan target dalam penurunan angka stunting.

“Tadi kepala Dinas sudah menyampaikan stunting di Kabupaten Boalemo tahun 2015 kurang lebih 50,2 persen. Dan saat itu kita berkomitmen menurunkan angka stunting, maka terjadilah kolaborasi semua OPD terkait, maka stunting di tahun 2016 itu menurun menjadi 32,8 persen, tahun 2017 kita hanya turun 32,5 persen, tahun 2018 nampak penurunan yang segnifikan yakni 24,3 persen, kemudian tahun 2019 turun menjadi 15 persen, dan tahun kemarin 2020 walaupun kita mengalami pandemi covid-19 dan refocusing anggaran posisi stunting turun menjadi 13,4 persen,” jelas Sherman.

Sherman menambahkan, ada 16 desa yang menjadi locus stunting.

“Sehingga kali ini harus dianalisis bagaimana proses untuk mengidentifikasi sebaran prefelensi stunting yang berisikan situasi ketersediaan data, cakupan program, data dukung, pemetaan program di tahun berjalan untuk intervensi penurunan stunting,” terangnya.

“Di aksi 1 ini, kita harus memahami permasalahan dan integrasi intervensi khususnya gizi spesifik dan sensitif. Maka yang menjadi dasar untuk kita merekomendasikan, adalah meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi rumah tangga yang hari pertama kehidupan atau 100 hari HPK,” jelas Sherman.

Untuk itu, pemda berkomitmen bisa turun melewati angka 10 persen

“Walaupun ada alokasi dan refocusing anggaran, semoga stunting ini tetap teranggarkan dan perlu ada kolaborasi dari OPD-OPD terkait, dalam rangka mengoptimalisasi peran dan strategi dalam penurunan stunting,” terang Sherman.

Ia mengungkapkan penyebab stunting ini bisa dialami oleh pernikahan dini, orang yang pendidikan tidak memadai, dan ibu-ibu hamil. (Mg-03/adv)