Pemkab Tolitoli Lakukan Tracking, Lebih dari 13 Ribu Orang Discreaning

Pemkab Tolitoli Lakukan Tracking, Lebih dari 13 Ribu Orang Discreaning

11/05/2020 23:03 0 By Maman

Hulondalo.id – Lebih dari 13 ribu orang sudah discreaning oleh Pemkab Tolitoli. Screaning ini, bagian dari tracking yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya warga yang memiliki riwayat perjalanan dar luar daerah Tolitoli.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tolitoli Arham A. Jacub mengatakan, tracking secara rutin dilakukan Dinas Kesehatan terhadap warga, yang diketahui punya riwayat perjalanan dari luar Tolitoli.

Data dari Dinas Kesehatan Tolitoli kata dia, sejak tanggal 17 Maret 2020 hingga Sabtu 9 Mei 2020, jumlah orang yang discreaning oleh surveilans di 15 Puskesmas se Tolitoli, mencapai 13.989 orang.

Diperoleh data, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 62 orang. 22 orang diantaranya sudah selesai masa ODP. Sehingga kata Arham, masih ada 40 orang dengan status ODP dan masih harus menunggu hasil rapid test kedua.

“Pasien Dalam Pengawasan atau PDP di Kabupaten Tolitoli, saat ini berjumlah 15 orang, dari jumlah PDP tersebut, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 5 orang, dan 8 orang dinyatakan negatif, sedangkan sisanya 2 orang masih berstatus PDP,” kata Arham.

Saat ini lanjutnya, ada 14 orang dikarantina di fasilitas karantina yang disiapkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tolitoli. Dari 14 orang tersebut, 2 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, diisolasi di ruang khusus di tempat Karantina.

Arham juga menjelaskan, pada Minggu siang (10/5/2020) telah dilakukan rapid test terhadap 16 orang ABK Kapal Ferry Julung-Julung yang tiba dari Kota Tarakan Kalimantan Utara, dan merapat di Pelabuhan Hi. Hayyun Tolitoli.

“Dari keseluruhan ABK, yang terkonfirmasi reaktif sebanyak 7 orang,” ungkapnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Bupati Tolitoli Hi. Moh. Saleh Bantilan, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tolitoli, melarang seluruh ABK meninggalkan kapal dan menutup rampdoor kapal selama bersandar di pelabuhan Hi. Hayun.

“Bupati juga meminta Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan atau ASDP, memulangkan KM Julung-Julung kembali ke Kota Tarakan,” ujar Arham.

Sebagai upaya untuk terus mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tolitoli, pintu perbatasan jalur darat makin diperketat.

“Kita tidak ingin ada penambahan jumlah kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Tolitol”, kata Arham.

Kendaraan pengangkut sembako, pengangkut BBM dan Gas, pengangkut material bangunan, jasa pengiriman, ambulance masih diperkenankan untuk masuk. Namun kata Arham, dilakukan pemeriksaan dan sterilisasi bagi awak kendaraan yang hanya dibatasi 2 orang (sopir dan pembantu sopir) maupun barang yang diangkut. Sedangkan orang tidak lagi diizinkan masuk.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, hingga Minggu (10/5/2020), jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Tolitoli, tercatat 5 orang dan saat ini dalam perawatan petugas. (Andis/Adv)