Pemprov Gorontalo Siapkan Rp 18 Miliar untuk 90 Ribu Paket Bansos, Ini Saran LKPP

Pemprov Gorontalo Siapkan Rp 18 Miliar untuk 90 Ribu Paket Bansos, Ini Saran LKPP

22/02/2021 20:08 0 By Maman

LKPP

Pertemuan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dengan Kepala LKPP Roni Dwi Susanto, di kantor LKPP, Kuningan Jakarta, Senin (22/2/2021). (F. Dzakir/BPG )

Hulondalo.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo merencanakan akan menyiapkan sedikitnya 90 Ribu paket bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako senilai Rp 18 Miliar pada tahun ini.

“Kami merencanakan untuk membuat pengadaan 90 Ribu paket sembako dan pengadaan kemasan/tas dengan total anggaran Rp 18 Miliar,” kata Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat konsultasi dengan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Roni Dwi Susanto di Jakarta, Senin (22/2/2021).

Paket bansos ini akan berisi beras, gula pasir, minyak goreng lokal, telur, bawang merah, bawang putih dan cabai rawit lokal.

“Sasaran bansos ini adalah 37.483 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan 52.517 KPM (non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial, DTKS) yang terdampak Covid-19,” kata Rusli.

Selain paket sembako, Pemerintah Provinsi Gorontalo juga akan melakukan belanja bansos dalam bentuk Rumah Hunian Idaman Rakyat (RHIR) sebesar Rp 9,75 Miliar untuk 3 daerah di Gorontalo.

Pembangunan RHIR ini akan dilakukan di kawasan kumuh perkotaan dan kabupaten dan untuk masyarakat yang masuk dalam daftar DTKS.

“Data penerima bansos harus lebih akurat, by name by address. LKPP juga menyarankan untuk melibatkan penyedia lokal di kabupaten/kota. Selain itu, dinas terkait harus mengidentifikasi penyedia dan membuat pentabelan penyedia yang dianggap mampu melaksanakan kegiatan,” kata Kepala Biro Pengadaan Setda Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe meneruskan saran dari LKPP.

Selain bansos, Pemerintah Provinsi Gorontalo, seperti yang dipaparkan Gubernur Rusli Habibie, juga berencana pembuatan Hutan Rakyat di luar kawasan hutan dengan melakukan penanaman pohon. Anggaran untuk membiayai sektor padat karya ini senilai Rp 6,954 Miliar.

Pembuatan hutan rakyat ini merupakan kegiatan untuk pencapaian sasaran prioritas nasional sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan secara padat karya atau melibatkan banyak orang.

Area kawasan yang akan ditanami seluas 1.030 Hektar yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.(adv/alex)