Pemprov Realisasikan Bantuan 10 Mesin Dryer, Begini Manfaatnya

Pemprov Realisasikan Bantuan 10 Mesin Dryer, Begini Manfaatnya

10/01/2019 15:05 0 By Alex

Wakil Gubernur Idris Rahim ketika mendapatkan penjelasan terkait manfaat dan cara kerja mesin dryer untuk meningkatkan kualitas produksi padi dan jagung

Hulondalo.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo akhirnya merealisasikan sedikitnya 10 mesin dryer atau mesin pengering untuk mendukung kualitas produksi padi dan jagung. Mesin dryer bantuan Pemprov Gorontalo tersebut diserahkan kepada kelompok tani di seluruh kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim menyempatkan diri untuk melihat langsung cara kerja mesin pengering tersebut yang berlokasi di Desa Moahudu, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo, Kamis (10/1/2019).

Mesin yang dianggarkan pada 2018 seharga Rp 800 Juta sampai Rp 900 Juta tersebut semuanya berkapasitas 6-10 Ton dalam sekali pengeringan.

“Alat ini penting khususnya dalam meningkatkan kualitas produksi baik itu padi maupun jagung,” ungkap Wagub Idris Rahim yang didampingi para Asisten, Kadis Pertanian, Staf Ahli hingga para Kepala Biro Pemprov Gorontalo usai peninjauan.

Idris mengatakan, sudah menjadi rahasia umum di kalangan petani padi dan jagung bahwa rata-rata hasil produksi pertanian mereka harganya seringkali tidak sesuai dengan harapan. “Itu karena kadang kala kadar airnya masih tinggi tapi langsung mereka gunakan atau bahkan langsung dijual. Makanya harganya turun,” kata Idris.

Wakil Gubernur Idris Rahim saat meninjau mesin dryer bantuan Pemprov Gorontalo di Desa Moahudu, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Dengan adanya mesin dryer ini, Wagub Idris Rahim berharap bisa memberikan nilai tambah produksi pertanian di Gorontalo. Dia hanya berharap jika mesin tersebut dapat dipelihara oleh para kelompok tani penerima manfaat sehingga bisa digunakan dalam waktu yang lama.

Terpisah, Kadis Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario, mengatakan bahwa mesin pengering tersebut sangat bermanfaat sekali terutama dalam mengatasi masalah pengeringan di musim penghujan. Ketika hujan, lanjut dia, petani mendapatkan kendala besar sehingga kualitas komoditasnya menjadi rendah, termasuk harga jualnya.

“Masalah utama dalam usaha tani padi adalah bagaimana menyediakan beras yang bermutu. Dan salah satu yang menentukan kualitas beras itu adalah pengering. Petani kita kan biasa hanya pakai matahari untuk pengering,” pungkas Muljady.(hl/usman)