Penanganan Banjir di Anggrek, Lukum Siap Pasang Badan Jika Ada Konsekuensi Hukum

Penanganan Banjir di Anggrek, Lukum Siap Pasang Badan Jika Ada Konsekuensi Hukum

25/11/2021 23:34 0 By Maman

Lukum Hadir Rapat Penanganan Banjir

Anggota DPRD Gorontalo Utara, Lukum DIko menghadiri Rapat Penanganan Banjir. (foto:prin)

Hulondalo.id – Dihadapan Forkopimda, anggota DPRD Gorontalo Utara, Lukum Diko menegaskan, siap pasang badan jika penanganan bencana banjir di Kecamatan Anggrek, harus berkonsekuensi hukum.

Kamis (25/11/2021), usai menghadiri rapat pembahasan permasalahan dan solusi jitu penanganan banjir di Gorontalo Utara di ruang Tinepo Kantor Bupati Gorontalo Utara, Lukum mengatakan, bicara harapan, Gorontalo Utara saat ini dalam posisi berusaha. Minimal kata dia, saat ini sudah ada upaya dan sudah mulai mengerucut.

“Untuk lebih mempercepat penanganannya, karena masalah kawasan apa segala macam, sehingga saya tadi menjamin di depan Kejaksaan, Kepolisian, Forkopimda semua, jika ini ini berkonsekuensi hukum, hanya untuk mempercepat normalisasi yang dibutuhkan, oleh masyarakat, saya siap untuk pasang badan,” kata Lukum kepada awak media.

Demi untuk percepatan normalisasi sungai yang ada di Kecamatan Anggrek, Lukum menjamin dirinya untuk mewakili seluruh masyarakat, asalkan sawah-sawah masyarakat yang sudah tergenang air itu, bisa dimanfaatkan kembali.

“Kurang lebih sudah 50 hektar yang sudah tenggelam dan tidak bisa terpakai lagi, sudah ada ketinggian 1 sampai 2 meter,” kata Lukum.

Masyarakat kata Lukum, sudah satu tahun ini, tidak bisa lagi berbuat apa-apa, bahkan ditahun kemarin, ada masyarakat yang tinggal menunggu satu minggu untuk memanen hasil sawahnya, tidak bisa diambil lagi.

“Ini yang membuat saya prihatin, kalau kita masih berlama-lama lagi, maka ini akan berdampak buruk lagi, lebih parah lagi. Jangan dulu bicara sawah tapi sudah mulai masyarakat yang akan mengalami dampak dan saya tidak mau ada korban, dari pada kejadian ini,” imbuh Lukum

Ada dua titik prioritas kata Lukum, yang butuh penanganan cepat, yakni Desa Ilangata dan Tolango, karena meskipun bukan di musim hujan, air sudah masuk ke pemukiman.

Normalisasi sungai sendiri kata Lukum, untuk Desa Ilangata, karena sudah ada sawah yang tenggelam, tahun ini akan dikerjakan melalui pokok-pokok pikiran. Sementara, dari Balai Sungai lanjut Lukum, menyampaikan bahwa mereka sudah menerima surat dari pemda, bahwa daerah Gorontalo Utara darurat bencana banjir, sehingga sudah bisa dikerjakan.

“Tadi Dinas PUPR juga sudah menyampaikan, mereka tinggal melengkapi Administrasi saja, Insya Allah akan tetap dikerjakan tahun ini,” tandas Lukum. (Prin)