Penanganan Covid-19, Begini Reaksi Kepala Balitbangkes saat ‘Dicegat’ di Bandara Gorontalo

Penanganan Covid-19, Begini Reaksi Kepala Balitbangkes saat ‘Dicegat’ di Bandara Gorontalo

21/10/2021 19:30 0 By Syakir

Plt Kepala Balitbangkes Kemenkes RI Nana Mulyana saat membuka Rakerkesda tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2021, Kamis (21/10/2021). (Foto Haris/humas)

Hulondalo.id – Penanganan pandemi Covid-19 di Provinsi Gorontalo membuat Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, Nana Mulyana terkesan.

Bagaimana tidak, peraih gelar Doktor Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia itu mengaku kaget ketika diminta berhenti oleh petugas di Bandara Djalaludin Gorontalo untuk mengikuti pemeriksaan rapid antigen.

“Saya sudah ke beberapa daerah dan baru di Gorontalo, setibanya di bandara langsung distop, pak antigen! Luar biasa upaya Pemprov Gorontalo dalam menangani pandemi Covid-19,” ucap Nana berkisah saat pembukaan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) tahun 2021 tingkat Provinsi Gorontalo di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Kamis (21/10/2021).

Dia juga mengapresiasi adanya aturan tentang pelaksanaan rapid antigen bagi setiap penumpang pesawat yang baru tiba di Gorontalo. Pemeriksaan rapid antigen itu diatur dengan Surat Keputusan Gubernur Gorontalo Nomor 360/BPBD/781/VII/2021 yang menindaklanjuti Surat Edaran Kasatgas Nomor 14 dan 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

“Upaya ini sangat bagus untuk menghindari penularan Covid-19 karena setiap penumpang yang hasil rapid antigennya positif akan langsung diisolasi. Kalau saya positif, pasti tidak hadir pada Rakerkesda ini,” kata Nana.

Pada kesempatan itu, Nana mengapresiasi capaian vaksinasi di Provinsi Gorontalo yang sudah lebih dari 60% untuk dosis satu dan dua. Hanya saja, Nana mendorong agar pencatatan vaksinasi melalui aplikasi Komite Penganganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan manual, selisihnya nol.

“Saya cek tanggal 18 Oktober kemarin ada 22 Ribu pencatatan manual yang belum diinput ke KPCPEN. Konsekuensinya jika ini tidak kita selesaikan akan terkait dengan vaksin. Jika kami melihat dalam KPCPEN, vaksinnya masih ada, padahal sudah digunakan. Ke depan kalau ada gebyar, paling lambat besoknya sudah diinput ke dalam sistem,” pintanya.

Dia pun berharap agar pemerintah daerah dan jajaran Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama seluruh pihak terkait untuk terus mempertahankan penurunan kasus Covid-19 di Gorontalo. Harapannya masyarakat Gorontalo tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan turut serta pada program vaksinasi.

“Saya memantau akhir-akhir ini sedikit sekali kasus Covid-19 di Gorontalo, bahkan kemarin yang positif tes hanya 1 orang. Ini harus kita pertahankan,” pungkasnya.(msha/alex)