Penanganan yang Dilakukan Harus Tepat, Cegah Dugaan Kasus Panah Wayer Terulang

Penanganan yang Dilakukan Harus Tepat, Cegah Dugaan Kasus Panah Wayer Terulang

24/09/2019 10:41 0 By Maman

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial P3A Provinsi Gorontalo Hj. Nurhayati Olii, saat membuka bimtek Penguatan SATGAS-PPA,di hotel Maqna Kota Gorontalo.

Hulondalo.id- Pengawasan orang tua terhadap anak sendiri, diminta Dinas Sosial P3A Provinsi Gorontalo, lebih ditingkatkan. Ini merupakan salah satu bentuk perhatian, sekaligus pencegahan keterlibatan anak, dalam dugaan kasus-kasus kriminal yang terjadi belakangan ini.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial P3A Provinsi Gorontalo Nurhayati Olii mengatakan, dugaan keterlibatan anak dalam kasus kriminal seperti kasus panah wayer membutuhkan penanganan yang tepat.

“Bukan hanya para pendidik di sekolah, tetapi yang paling utama adalah peran orang tua anak dalam mengawasi tingkah laku anak, saat berada diluar rumah dan lingkungan sekitar,” kata Nurhayati.

Dinas Sosial P3A Provinsi Gorontalo, selama ini berupaya memberikan pendampingan terhadap persoalan yang melibatkan anak didalamnya. Karenanya kata dia, dibutuhkan pemahaman penanganan yang benar kepada Satuan Tugas (Satgas), dalam menangani sekaligus mendampingi kasus yang melibatkan perempuan dan anak di Kabupaten/Kota.

Dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Satuan Tugas Perlindungan dan Anak (SATGAS-PPA), Senin (23/9/2019) di hotel Maqna Kota Gorontalo, Nurhayati juga mengatakan, sesuai catatan yang ada, tahun 2018 kemarin, jumlah kasus korban anak mencapai 137 kasus.

“Dari jumlah tersebut 79 kasus terlayani, dan untuk perempuan sebanyak 210 kasus yang terlayani, dari total 224 kasus yang tercatat,” ungkap Nurhayati.

Ditahun 2019 yang sementara berjalan, ada sejumlah 94 kasus anak yang diterima, dan semuanya terlayani. Untuk kasus perempuan kata dia, dari 101 kasus, ada 53 kasus yang telah dilayani.

Dinas Sosial P3A Provinsi Gorontalo juga menurut Nurhayati, terus berupaya dalam pencegahan, pelayanan maupun pendampingan terhadap persoalan tersebut. Antara lain kata dia, membangun rumah singgah bagi korban perempuan dan anak.

Rumah singgah bertujuan memberikan pendampingan saat menghadapi kasus. Sehingga, para perempuan dan anak mendapatkan kenyamanan, saat berada dirumah singgah tersebut. (Rinto/adv)