Pengemudi Ambulans Harus Ikut Tata Tertib, Ini Maksimum Kecepatannya

04/07/2019 15:23 0 By Maman

Hulondalo.id- Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo terus mensosialisasikan tata tertib kendaraan bagi pengemudi mobil ambulans. Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI, Nomor : 142/Menkes-Kesos/ SK/II/ 2001 tentang standarisasi kendaraan pelayanan medik.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Provinsi Gorontalo Andriyanto Abdusamad mengatakan, sosialisasi diantara upaya Dinas Kesehatan Provinsi terhadap rumah sakit dan puskesmas tentang, standar yang harus ditaati oleh pengemudi ambulans.

Andriyanto menjelaskan, jenis kendaraan pelayanan medik dimaksud terdiri dari, ambulans transportasi, ambulans gawat darurat, ambulans rumah sakit lapangan, kereta jenazah, ambulans udara, dan pelayanan medik bergerak.

Tata tertib yang wajib diperhatikan kata Andriyanto, penggunaan sirene dan lampu rotator. Dalam regulasi yang tersebut, penggunaan sirene dan lampu rotator diperbolehkan saat menuju tempat penderita. Saat mobil sudah bersama penderita, maka hanya boleh menggunakan lampu rotator.

“Dengan tetap, mematuhi semua peraturan lalu lintas,” kata Andriyanto.

Penting juga untuk dicatat kata dia, tentang batas maksimum kecepatan mobil ambulans, 40 Km/Jam dijalan biasa dan 80 Km/Jam dijalan bebas hambatan.

Petugas juga kata dia, membuat atau mengisi laporan keadaan penderita selama 6 jam transportasi, pada lembar catatan penderita. Lembar catatan tersebut, mencakup, identitas, waktu, dan keadaan penderita.

“Petugas harus memakai seragam yang jelas,” terang Andriyanto.

Sosialisasi ini diakui Andriyanto, perlu disampaikan kepada masyarakat, agar dipahami bahwa, pasien yang dirujuk harus dalam kondisi stabil dan didampingi petugas medis.

“Ambulans yang digunakan tidak dalam kecepatan tinggi, sebab hal itu dapat mempengaruhi kondisi penderita,” ungkap Andriyanto.

Dirinya berharap, agar semua dapat memahami tentang tata tertib kendaraan bagi pengemudi mobil ambulans. Termasuk, masyarakat juga memahaminya, bahwa dalam keadaan emergency atau darurat, ada aturan standar yang harus diperhatikan oleh petugas kesehatan. (rinto/5)

loading...